Palo Alto Networks resmi meluncurkan platform keamanan identitas Idira berbasis AI. Platform ini dirancang untuk melindungi akses mesin dan manusia dari ancaman siber modern.

Idira mengatasi risiko ancaman siber dengan menerapkan konsep akses dinamis. Tujuannya meminimalkan penggunaan hak akses permanen yang rentan disalahgunakan.

>>> Komisi Ojol Turun ke 8 Persen, Ekonom Sebut Gojek dan Grab Bisa Bertahan Berkat Ekosistem Digital

Teknologi ini mengintegrasikan perlindungan identitas secara menyeluruh. Hal ini meningkatkan deteksi ancaman serta otomatisasi tata kelola di perusahaan.

Peluncuran Idira menjadi langkah besar Palo Alto Networks dalam memperkuat keamanan identitas modern.

Platform ini juga memperluas kemampuan privileged access management (PAM) bagi pelanggan CyberArk maupun industri secara umum.

Perusahaan menilai perkembangan AI telah mengubah pola akses di lingkungan bisnis secara drastis.

Kini, bukan hanya manusia, tetapi juga mesin dan AI agentic memiliki akses langsung ke data serta sistem sensitif perusahaan.

“Identitas telah menjadi medan perang baru dalam lingkungan perusahaan yang memanfaatkan AI.

Ketika pelaku ancaman kini masuk melalui login, bukan membobol sistem, setiap identitas menjadi target,” ujar Chief Product and Technology Officer Idira Palo Alto Networks, Peretz Regev.

Ia menegaskan bahwa Idira dirancang untuk melampaui sistem PAM tradisional. Platform ini menghadirkan perlindungan identitas yang lebih menyeluruh.

“Idira mengubah cara pelaku usaha mengamankan aset penting ini dengan melampaui PAM tradisional dan mengintegrasikan keamanan identitas mesin untuk menghadirkan perlindungan identitas agentic secara menyeluruh,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (23/5/2026).

>>> Itel Luncurkan VistaTab 11, Tablet Murah dengan Layar Lebar dan Fitur AI

Menurutnya, ancaman keamanan berbasis identitas kini semakin serius. Sebanyak 9 dari 10 organisasi dilaporkan mengalami pelanggaran keamanan terkait identitas dalam satu tahun terakhir.