Jumlah identitas mesin dan AI kini disebut telah melampaui jumlah manusia dengan rasio mencapai 109 banding 1.

Kondisi ini diperparah oleh masih tingginya penggunaan standing privilege atau akses permanen pada sistem perusahaan.

Melalui Idira, Palo Alto Networks menghadirkan pendekatan baru lewat konsep zero standing privilege.

Model akses dinamis berbasis kebutuhan (just-in-time access) ini memastikan akses sensitif hanya diberikan saat benar-benar diperlukan.

Platform ini juga dibekali teknologi AI untuk memantau seluruh identitas, hak akses, dan jalur akses secara real-time. Ancaman bisa dideteksi lebih cepat.

Idira menawarkan tiga kemampuan utama. Pertama, menemukan risiko identitas menggunakan AI.

Kedua, mengontrol seluruh akses privilege secara dinamis. Ketiga, mengotomatisasi tata kelola identitas melalui kebijakan keamanan berbasis AI.

>>> iQOO Z11 5G vs Poco X8 Pro: Baterai Jumbo atau Performa Premium?

Chief Analyst LoneStar Advisory & Research, Will Townsend, menilai pendekatan keamanan identitas saat ini perlu berubah mengikuti perkembangan teknologi AI.