Arsenal resmi memastikan diri sebagai juara Premier League musim 2025/2026. Kepastian itu didapat setelah mengalahkan Burnley 1-0 di Stadion Emirates pada pekan ke-37.

Hasil tersebut membuat Arsenal mengoleksi 82 poin. Sementara rival terdekat, Manchester City, hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth.

>>> Persik Kediri Targetkan Kemenangan di Kandang Persebaya

Dengan demikian, Arsenal tidak lagi mampu dikejar oleh City yang berada di posisi kedua dengan 78 poin. Gelar ini mengakhiri penantian selama 22 tahun sejak musim 2003/2004.

Trofi Liga Inggris ke-14 ini diraih dengan catatan impresif. Arsenal mencatatkan 25 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan lima kekalahan dari 37 pertandingan.

Faktor Kesuksesan Arsenal

Kesuksesan Arsenal didukung oleh kebijakan finansial yang besar. Pembelian pemain bintang seperti Kai Havertz, Declan Rice, dan Victor Gyökeres menjadi kunci.

Selain itu, penunjukan asisten pelatih Gabriel Heinze, Nicholas Jover, dan direktur olahraga Andrea Berta turut berperan. Manajer Mikel Arteta mendapat kuasa penuh dari manajemen.

Arteta kini menjadi pelatih termuda dalam sejarah klub yang mempersembahkan gelar liga. Pada usia 44 tahun, ia memiliki rasio kemenangan mencapai 60,4 persen dari 351 pertandingan.

Keberhasilan ini juga memberikan suntikan dana merit payment sebesar Rp1,26 triliun bagi manajemen klub. Sebanyak 40 medali emas diberikan untuk pemain dan staf.

Arsenal juga memastikan langkah ke UEFA Champions League musim depan. Mereka kini bersiap menghadapi Paris Saint-Germain di final Liga Champions di Paris pada Sabtu, 30 Mei mendatang.

Klub telah mengonfirmasi akan menggelar parade juara pada Minggu, 31 Mei.

Filosofi Mikel Arteta

Di balik kesuksesan teknis, Arteta menerapkan filosofi yang mengedepankan kekompakan tim. Budaya, identitas kolektif, dan penyaringan pemain berego tinggi menjadi prioritas.