Manajemen Liverpool dilaporkan tengah melakukan evaluasi internal terkait masa depan manajer Arne Slot. Hal ini menyusul rentetan hasil buruk dan hilangnya identitas permainan tim sepanjang musim ini.

Fenway Sports Group selaku pemilik klub merasa alarm atas performa tim yang mencatat 19 kekalahan di semua kompetisi.

>>> Raphinha Puji Harry Kane dan Akui Cemas Hadapi Piala Dunia

Jumlah tersebut menyamai rekor kekalahan terbanyak klub dalam satu abad ini.

Tekanan terhadap arsitek asal Belanda itu semakin meningkat setelah timnya dipastikan gagal mempertahankan gelar juara Premier League.

Liverpool juga tersingkir di babak perempat final Piala FA dan Liga Champions.

Kritik Terbuka Mohamed Salah

Situasi internal Anfield kian memanas setelah kekalahan 4-2 dari Aston Villa. Mohamed Salah mengunggah kritik terbuka di media sosial mengenai hilangnya identitas taktik menyerang agresif tim.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari mantan bek Liverpool, Jamie Carragher. Carragher menilai Salah egois dan sengaja memprovokasi pemecatan Slot sebelum kepergiannya di akhir musim.

“I never say anything about team selection,” kata Slot saat ditanya mengenai peluang Salah bermain di laga pamungkas melawan Brentford.

Meskipun juru bicara klub menyatakan posisi Slot masih aman hingga kontraknya berakhir pada 2027, laporan Foot Mercato menyebut direktur olahraga Richard Hughes mulai menjajaki peluang mendatangkan Andoni Iraola dari Bournemouth.

Iraola dinilai memiliki gaya permainan menekan dengan intensitas tinggi yang sesuai dengan karakter sepak bola Liverpool. Kontrak manajer asal Spanyol tersebut akan habis pada akhir musim.

“Edwards and Hughes have some serious thinking and talking to do,” kata pengamat sepak bola Graeme Bailey mengenai ketidakpastian di jajaran direksi Liverpool.