>>> Komdigi Siapkan Regulasi Baru untuk Atasi Manipulasi Usia Media Sosial

Agenda ini bertujuan meningkatkan kesadaran risiko digital pada orang tua.

Program juga membangun pola pengasuhan yang suportif dan adaptif, serta memperkuat kapasitas orang tua sebagai benteng perlindungan anak di keluarga dan komunitas.

Selama dua hari di setiap kota, orang tua akan dibekali materi dan taktik praktis menghadapi risiko internet.

Materi mencakup cara memanfaatkan fitur aduan di platform digital dan mengoptimalkan layanan panggilan darurat pemerintah, SAPA 129. Program dijadwalkan berlangsung dari Juni hingga Oktober 2026.

Prioritas program adalah membentuk 240 Parent Champion di empat provinsi.

Mereka akan direkrut dari berbagai unsur lokal, seperti guru, komite sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader PKK, dan kelompok remaja setempat.

Para Parent Champion ini ditargetkan melakukan sosialisasi lanjutan untuk menjangkau 1.000 peserta di lingkungan sekitar.

Mereka juga diproyeksikan memproduksi 25 aset digital berupa poster elektronik dan video pendek edukatif.

>>> Sinopsis Hokum: Rencana Tebar Abu Berujung Teror Mistis

Aset digital tersebut diharapkan mampu mengedukasi hingga 10.000 orang di media sosial. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan anak di era digital.