Sistem ini memfasilitasi pengisian otomatis kolom teks digital yang rumit lewat teknologi Gemini's Personal Intelligence di peramban Chrome mulai akhir Juni 2026.

Juga tersedia fitur transkripsi suara profesional bernama Rambler dan fitur pembuatan kustom widget melalui Create My Widget.

Google turut merilis model kecerdasan buatan any-to-any baru bernama Gemini Omni yang mampu menghasilkan serta mengedit video realistis berdasarkan instruksi percakapan teks, gambar, dan audio.

Model pertama yang dirilis adalah Gemini Omni Flash yang diprogram memiliki pemahaman hukum fisika serta dilengkapi fitur pembuatan avatar digital menggunakan wajah dan suara asli pengguna.

CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, mendemonstrasikan kemampuan Gemini Omni yang dikembangkan sebagai world model untuk mendukung ambisi pembangunan artificial general intelligence.

Teknologi video generatif ini diluncurkan setelah kompetitor mereka, OpenAI, resmi menghentikan aplikasi dan layanan web video AI bernama Sora pada bulan lalu untuk mengalihkan sumber daya komputasi ke proyek lain.

Dilansir dari blog resmi perusahaan, Google menyatakan bahwa Gemini Omni hadir sebagai kelanjutan dari model pembuat gambar Nano Banana.

"Dengan Omni, Anda dapat menggabungkan gambar, audio, video, dan teks sebagai input untuk menghasilkan video berkualitas tinggi yang didukung oleh pengetahuan dunia nyata milik Gemini," tulis Google.

Akses teknologi Gemini Omni Flash mulai tersedia minggu ini tanpa biaya tambahan bagi pengguna YouTube Shorts serta aplikasi YouTube Create.

Sementara akses di Gemini App dan Google Flow disediakan khusus bagi pelanggan Google AI Plus, Pro, dan Ultra.

>>> Waktu Rencana Pernikahan Harry Styles dan Zoe Kravitz Terungkap

Guna meminimalkan risiko penyalahgunaan konten dan manipulasi visual seperti deepfake, Google menyematkan tanda air digital SynthID pada setiap video yang diproduksi melalui Gemini Omni.