Selain menampilkan hasil pencarian web tradisional berdampingan dengan jawaban kecerdasan buatan, Google kini memungkinkan percakapan berkelanjutan dari AI Overview.

"Kami ingin menggabungkan kekuatan web terbuka dengan kemampuan reasoning AI terbaik," ujarnya.

Mesin pencari ini juga dilengkapi fitur Search agents untuk memantau internet secara otomatis selama 24 jam serta Agentic Booking untuk memesan layanan lokal.

"Kecepatan sangat penting di Search. Orang ingin jawaban cerdas tanpa harus menunggu lama," katanya.

Konteks pencarian yang lebih mendalam diklaim akan menghasilkan informasi yang semakin relevan bagi pengguna.

"Semakin banyak konteks yang dipahami AI, semakin relevan dan membantu hasil yang diberikan," tambah Reid.

Fitur baru lain yang diperkenalkan adalah kemampuan generative UI untuk membuat tampilan visual interaktif waktu nyata serta pembuatan aplikasi mini kustom.

>>> PHK Marak di Tengah Investasi AI: Ini Penjelasannya

"AI tidak hanya memberi jawaban teks. Kami ingin Search bisa membantu memvisualisasikan dan mengorganisasi informasi secara lebih berguna," kata Reid.

Integrasi Personal Intelligence juga diperluas ke hampir 200 negara dan 98 bahasa dengan menghubungkan Gmail, Google Photos, dan Google Calendar secara gratis.

"Semua dilakukan dengan prinsip transparansi, pilihan, dan kontrol penuh di tangan pengguna," tegas Reid.

Transformasi ini disebut sebagai langkah agresif perusahaan dalam menghadapi persaingan ketat pasar kecerdasan buatan generatif global.

"Ini adalah babak baru Google Search: AI cerdas yang menjadikan informasi dunia bekerja untuk Anda," pungkasnya.

Pembaruan Ekosistem Android dan Gemini Omni

Di sisi lain, pembaruan ekosistem Android membawa kemampuan Gemini dalam menerjemahkan konteks visual layar menjadi tindakan instan tanpa proses salin-tempel manual.

Sistem baru ini mampu memproses pencarian secara mandiri di latar belakang.