Sejumlah pegawai mengaku frustrasi dan cemas. Pada Rabu, kantor-kantor Meta diperkirakan sebagian besar kosong setelah perusahaan meminta pegawai bekerja dari rumah.

Beberapa pekerja mulai mengambil camilan gratis dan charger laptop dari kantor karena khawatir kehilangan pekerjaan.

Di dinding kantor, beberapa pegawai memasang poster berisi petisi untuk menghentikan program baru Meta yang melacak data pegawai untuk kebutuhan pelatihan AI.

Program tersebut menuai protes karena Meta dapat mengumpulkan data rinci dari perangkat pegawai, mulai dari tombol keyboard, gerakan mouse, hingga isi layar komputer.

Lebih dari 1.000 pegawai dilaporkan telah menandatangani petisi penolakan. Sebagian pegawai lain juga menyampaikan kritik melalui forum internal.

Engineer Meta, Mack Ward, dalam posting internal yang mendapat lebih dari 2.000 tanda suka, menulis, "AI itu seperti kereta barang yang melaju kencang, tapi masa depan belum ditentukan sepenuhnya.

>>> Teleskop Chandra Ungkap Tabrakan Kosmik Purba di Gugusan Galaksi Abell 2029

Belum terlambat untuk menginjak rem dan memikirkan bagaimana kita sebagai masyarakat ingin menghadapi ini."

Chief Technology Officer Meta, Andrew Bosworth, mengakui banyak pegawai merasa cemas.

"Ada sangat banyak pegawai yang merasa cemas tentang masa depan mereka," kata Bosworth dalam sesi tanya jawab internal.

"Semuanya buruk. Saya tidak akan mencoba mempermanis situasi ini."

Pindahkan 7.000 Pegawai ke Tim AI Baru

Dalam beberapa pekan terakhir, suasana internal Meta penuh ketidakpastian. Pada April lalu, pegawai sudah diberi tahu bahwa PHK besar akan dilakukan pada 20 Mei.

Pada Senin pekan ini, perusahaan mengumumkan bahwa sekitar 7.000 pegawai lain akan dipindahkan ke tim baru yang fokus pada pengembangan AI, termasuk produk dan agen AI.