Teleskop Chandra Ungkap Tabrakan Kosmik Purba di Gugusan Galaksi Abell 2029
Gugusan galaksi Abell 2029 selama puluhan tahun dianggap sebagai salah satu wilayah paling tenang di alam semesta.
Namun, pengamatan terbaru dari Teleskop Sinar-X Chandra milik NASA mengungkap fakta mengejutkan.
>>> Bank Syariah Nasional Luncurkan Bale Syariah untuk Perkuat Digitalisasi
Bagian dalam gugusan ini ternyata masih bergejolak akibat tabrakan kosmik purba. Abell 2029 merupakan salah satu gugusan galaksi terbesar yang menampung lebih dari seribu galaksi yang terikat gravitasi.
Seluruh galaksi tersebut diselimuti oleh awan gas superpanas. Pada pusat gugusan terdapat IC 1101, sebuah galaksi elips raksasa dengan bentangan hampir 6 juta tahun cahaya.
Penemuan Struktur Spiral Raksasa
Tim peneliti memetakan struktur raksasa yang tersembunyi menggunakan 21 pengamatan baru pada 2022 dan 2023 bersama data arsip.
Salah satu temuan paling spektakuler adalah struktur spiral raksasa akibat efek terguncang sepanjang hampir 2 juta tahun cahaya dari pusat gugusan.
"Secara keseluruhan, hasil kami menunjukkan A2029 masih dalam proses stabilisasi dari interaksi masa lalu," tulis tim peneliti yang dipimpin astrofisikawan Courtney Watson dari Boston University.
Makalah mereka terbit Desember 2025 di The Astrophysical Journal.
"Ini menunjukkan bahwa gugusan yang awalnya terlihat paling tenang sekalipun dapat menyembunyikan sejarah aktivitas dinamika yang kaya."
>>> BTS Dipastikan Tampil Spesial di AMA 2026
Tabrakan Purba 4 Miliar Tahun Lalu
Para ilmuwan memperkirakan melalui simulasi komputer bahwa struktur spiral, gelombang kejut, dan cekungan mirip teluk di Abell 2029 terbentuk dari tabrakan purba.
Sebuah gugusan galaksi yang lebih kecil menabraknya sekitar 4 miliar tahun lalu.
Efek hantaman tersebut membuat gas superpanas berguncang dan berputar di dalam medan gravitasi. Gerakan ini mirip dengan pergerakan anggur yang digoyang di dalam gelas.
Guncangan masif ini memegang fungsi penting untuk membantu mendistribusikan kembali panas ke seluruh gas gugusan.
Sebelumnya, ilmuwan mengira pemanasan gas hanya dipicu oleh energi dari lubang hitam supermasif aktif di pusat galaksi IC 1101.
Temuan terbaru ini membuktikan bahwa aktivitas lubang hitam saja tidak cukup untuk menjaga suhu.
>>> SpaceX Umumkan Rencana Go Public dan Buka Data Keuangan
Riak pascatabrakan purba memegang peran besar dalam menjaga suhu gas agar tidak mendingin terlalu cepat.
Update Terbaru
Shohei Ohtani Kembali ke Lineup Dodgers Setelah Cedera Bisep
Senin / 06-07-2026, 07:36 WIB
MP Materials Percepat Integrasi Vertikal di Tengah Lonjakan Permintaan Logam Tanah Jarang
Senin / 06-07-2026, 07:35 WIB
NASCAR Hukum McDowell dan Larson Gagal Inspeksi Teknis
Senin / 06-07-2026, 07:35 WIB
Bubba Wallace Tampilkan Skema Space Jam di Chicagoland Speedway
Senin / 06-07-2026, 07:35 WIB
RBFA Kaget Balogun Bisa Main di AS vs Belgia Usai Kartu Merah
Senin / 06-07-2026, 07:35 WIB
Hope dan Greaves Selamatkan West Indies dari Kejaran Sri Lanka
Senin / 06-07-2026, 07:33 WIB
Lepas Misbud 2026, Menbud Tegaskan Peran Generasi Muda dalam Budaya RI
Senin / 06-07-2026, 07:33 WIB
Nenek 101 Tahun Masih Aktif Zumba, Ini Rahasia Panjang Umurnya
Senin / 06-07-2026, 07:33 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin: Empat Indikator Kesehatan Ini Wajib Dipantau
Senin / 06-07-2026, 07:28 WIB
Netanyahu Klaim Desa Kristen di Lebanon Minta Dicaplok Israel
Senin / 06-07-2026, 07:28 WIB
Resmi: Kick Off Meksiko vs Inggris Diundur 1 Jam
Senin / 06-07-2026, 07:28 WIB
BRIDA Surabaya Olah Sampah Plastik Mangrove Jadi Bahan Bakar Nelayan
Senin / 06-07-2026, 07:23 WIB
Spesifikasi Hyundai Ioniq 3 yang Bakal Muncul di GIIAS 2026
Senin / 06-07-2026, 07:23 WIB
Link Live Streaming Meksiko vs Inggris di 16 Besar Piala Dunia 2026
Senin / 06-07-2026, 07:23 WIB







