Perusahaan yang menaungi Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu diketahui memiliki kurang dari 80.000 pegawai pada akhir Maret, sebelum proses relokasi dan PHK dilakukan.

Putaran PHK terbaru ini terutama menyasar tim engineering dan produk, dan PHK tambahan masih mungkin terjadi hingga akhir tahun.

Kepala SDM Meta, Janelle Gale, dalam memo internal mengatakan perusahaan ingin membangun struktur organisasi yang lebih datar dengan tim-tim kecil agar bisa bergerak lebih cepat.

"Kami sekarang berada pada tahap di mana banyak organisasi dapat beroperasi dengan struktur yang lebih datar, dengan tim kecil berbentuk pod/cohort yang bisa bergerak lebih cepat dan memiliki tanggung jawab lebih besar," tulis Gale.

"Kami percaya ini akan membuat kami lebih produktif dan pekerjaan menjadi lebih memuaskan," lanjutnya.

Tim AI Baru Meta

Sebagai bagian dari restrukturisasi AI, Meta membentuk tim baru bernama Applied AI and Engineering yang dipimpin Wakil Presiden Engineering Maher Saba.

Dalam e-mail kepada para manajer bulan ini, Meta meminta mereka menekankan bahwa proyek AI baru tersebut merupakan "inisiatif prioritas tinggi, langsung dari Mark."

Tim yang kini berisi sekitar 2.000 pegawai itu akan menggunakan data dari program pelacakan internal untuk mengembangkan berbagai alat AI.

Struktur organisasi tim tersebut dibuat lebih ramping dibanding divisi lain di Meta, dengan sekitar 50 pegawai melapor kepada satu manajer.

Perusahaan menegaskan bahwa partisipasi pegawai dalam program tersebut tidak bersifat opsional.

Gelombang PHK Meta terjadi di tengah tren serupa di industri teknologi. Pekan lalu, Cisco mengumumkan penghapusan sekitar 4.000 pekerjaan demi mengalihkan lebih banyak sumber daya ke AI.

>>> Bank Syariah Nasional Luncurkan Bale Syariah untuk Perkuat Digitalisasi

Sementara itu, Microsoft, Block, dan Coinbase juga telah melakukan PHK atau buyout terkait transformasi teknologi AI.