Microsoft membeli divisi perangkat keras Nokia pada 2014 senilai 7,2 miliar dolar AS.

Menurut Wood, Microsoft saat itu berada dalam posisi sulit di pasar mobile dan membutuhkan mitra.

Analis Gartner, Roberta Cozza, menilai Microsoft perlu menjadi lebih dari sekadar perusahaan software untuk bersaing dengan Apple dan Google.

Microsoft juga memperoleh keuntungan dari pengalaman Nokia di pasar negara berkembang.

Setelah mundur dari bisnis ponsel, Nokia tetap beroperasi melalui bisnis jaringan Nokia Solutions and Networks dan divisi peta digital Here.

Layanan Here digunakan di sekitar 80 persen mobil dengan sistem navigasi bawaan.

Nokia juga memegang portofolio paten industri mobile yang bernilai. Forbes memperkirakan nilai paten Nokia mencapai sekitar 4 miliar dolar AS.

>>> Telkomsat Hadirkan Community Gateway Wamena Perkuat Internet Papua Pegunungan

Merek ponsel Nokia tetap eksis di bawah lisensi HMD Global sejak 2016.