Pemerintah Kabupaten Bantul merobohkan bangunan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis lama di Jalan Parangtritis pada Selasa (19/5/2026).

Pembongkaran pos retribusi wisata ikonik ini berdampak pada pengalihan arus lalu lintas kendaraan wisatawan menuju kawasan Pantai Parangtritis.

>>> BMKG Catat Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Pangandaran dan Sukabumi

Proses pembongkaran dilakukan karena bangunan tersebut berdiri di atas area jalan provinsi.

Kendaraan dari arah utara kini dialihkan sementara melewati jalur Pantai Depok demi kelancaran arus lalu lintas.

Pengerjaan fisik di lapangan sudah dimulai sejak pagi hari dengan mengerahkan kendaraan berat untuk meratakan seluruh struktur bangunan.

"Betul, sekitar jam 09.00 WIB tadi sudah dimulai proses untuk perobohan TPR Parangtritis lama," kata Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Markus Purnomo Adi, Selasa (19/5/2026).

Penanganan pembersihan material sisa bangunan dijadwalkan selesai dalam waktu singkat.

"Untuk perobohan itu berlangsung satu hari saja, kemungkinan sampai sore. Karena kan meratakan semua, itu, pembatas jalur (di TPR Parangtritis lama) juga ikut dibongkar," ucapnya.

Kebijakan perataan pos retribusi merupakan ranah Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

>>> BMKG Prediksi Hujan Badai Petir Landa Kota Semarang Siang Ini

Regulasi daerah melarang keberadaan bangunan fisik di bagian tengah jalur provinsi.

"Setahu saya, karena bangunan berada di jalan provinsi dan dari Satker (Satuan Kerja) jalan provinsi diminta untuk dihilangkan (bangunan TPR Parangtritis lama)," ujarnya.

Rekayasa arus lalu lintas langsung diterapkan oleh petugas selama proses pembongkaran.

Skema pengalihan rute dikhususkan bagi gerbang masuk wisatawan.

"Yang dari arah utara atau mau masuk Parangtritis sementara waktu diarahkan lewat Pantai Depok. Jadi sebelum TPR Parangtritis lama nanti dilewatkan ke arah kanan, arah Pantai Depok," katanya.

Bangunan TPR Induk Parangtritis pertama kali didirikan dan dioperasikan secara permanen sekitar tahun 1985 hingga 1986.

>>> BMKG Prediksi Bogor Selatan Hujan Ringan Sepanjang Hari Ini

Pembangunan fasilitas ini menjadi bagian dari penataan kawasan pariwisata Pantai Parangtritis oleh Pemkab Bantul yang kemudian memicu kemunculan fasilitas wisata lain seperti paguyuban bendi tradisional pada tahun 1986.