Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan penjualan kendaraan listrik global mencapai rekor baru pada 2026.

Targetnya menembus 23 juta unit, atau hampir 30 persen dari total penjualan mobil di dunia.

>>> Honda Catat Kerugian Besar Pertama Akibat Transisi ke Kendaraan Listrik

Laporan Global EV Outlook 2026 menyebut lonjakan ini dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar fosil. Kebijakan pemerintah dan harga armada listrik yang semakin kompetitif juga mendorong minat masyarakat.

Sepanjang tahun lalu, pasar kendaraan listrik dunia tumbuh 20 persen hingga melewati 20 juta unit. Artinya, satu dari setiap empat mobil baru yang dipasarkan adalah kendaraan listrik.

Ekspansi ini meluas ke hampir 100 negara. Tidak lagi didominasi oleh China, Eropa, dan Amerika Serikat.

Negara berkembang mulai melirik kendaraan listrik untuk memangkas biaya energi rumah tangga.

"Setelah pertumbuhan kuat tahun lalu, penjualan mobil listrik global diperkirakan kembali meningkat pada 2026," tulis IEA dalam laporan tersebut.

Tiongkok Masih Jadi Motor Utama

Tiongkok masih menjadi motor utama industri kendaraan listrik global. Penjualan di negara itu mencapai 12,9 juta unit, tumbuh 17 persen dari periode sebelumnya.

Porsi kendaraan ramah lingkungan ini mengisi sekitar 60 persen dari seluruh penjualan mobil baru di China.

Stimulus pemerintah berupa insentif penggantian kendaraan lama menjadi pendorong utama, di samping penurunan harga jual.

>>> BYD Siapkan Peluncuran SUV Denza B5 Setir Kanan di Indonesia

Persaingan harga yang ketat memicu produsen lokal China bergerak agresif ke pasar internasional. Menurut Financial Times, China menguasai hampir 75 persen pasokan produksi kendaraan listrik global.

Ekspansi korporasi China kini menyasar Asia Tenggara, Amerika Latin, hingga Eropa.