Bupati menjelaskan bahwa keterlambatan peluncuran disebabkan oleh banyaknya perbaikan konsep. Pemerintah daerah ingin hasil yang maksimal sebelum diluncurkan.

"Ini sebenarnya sudah kita persiapkan dari jauh hari, tahun kemarin. Cuma konsep dari program ini ada banyak perbaikan yang diharuskan, akhirnya kita baru bisa meluncurkan sekarang," katanya.

Selama ini, masyarakat banyak yang langsung mengirim WhatsApp ke bupati. Akibatnya, ponsel bupati sering panas dan nge-hang.

"Semoga dengan adanya hotline ini betul-betul bisa menyelesaikan masalah," ujar Haris.

Komitmen Pelayanan Publik

Pemerintah daerah berkomitmen memantau kinerja seluruh perangkat daerah. Tidak ada laporan warga yang boleh terbengkalai.

Seluruh laporan mengenai kedaruratan infrastruktur akan langsung direspons cepat oleh dinas terkait. Respons pelayanan publik dari setiap satuan kerja akan dievaluasi berkala oleh bupati.

"Misalnya ada jalan putus, jembatan putus dan sebagainya, itu masuk kategori urgent. Jadi respon cepat ini yang kemudian menjadi penilaian kita ke depan," tegas Haris.

Peluncuran yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini diharapkan memicu kebangkitan kualitas pelayanan aparatur. Bupati mengingatkan kepala dinas untuk serius menanggapi keluhan publik.

"Hari Kebangkitan Nasional harus kita maknai dengan bangkitnya pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan responsif," kata Bupati.

Warga yang melapor juga dapat memantau perkembangan status pengaduan mereka. Sistem ini dirancang agar pelayanan publik lebih terukur.

>>> Pemkab Probolinggo Luncurkan Hotline Pelayanan Publik Berbasis AI

"Aplikasi atau sistem sesempurna apa pun tidak akan berjalan tanpa adanya eksekusi yang nyata di lapangan," pungkasnya.