>>> KPop Demon Hunters Pertahankan Posisi di Top 10 Billboard Global

"Maraknya peperangan drone memperumit perhitungan ekonomi dalam peperangan konvensional," jelas Keller. Produsen mengklaim biaya operasional senjata laser hanya USD 3 hingga USD 5 per tembakan.

"Negara mana pun yang menghadapi ancaman mendesak dari tetangga regionalnya pasti ingin mempercepat penggunaan sistem ini," kata Keller.

Keterbatasan Teknis di Lingkungan Ekstrem

Meski efisien, senjata laser memiliki kelemahan.

Karakteristik gelombang laser yang bergerak lurus membatasi jarak jangkau, seperti Iron Beam yang hanya efektif dalam radius 10 kilometer.

Sistem ini membutuhkan durasi bidik tertentu pada target, menjadi tantangan saat menghadapi objek bergerak cepat.

Faktor cuaca seperti kelembapan tinggi, kabut, debu, dan suhu ekstrem Timur Tengah dapat mengganggu akurasi.

Penggunaan Iron Beam oleh Israel juga belum optimal. Militer Israel menyebut masih membutuhkan 14 baterai tambahan agar efektif dalam konflik skala penuh.

Dosen King's College London, Andreas Krieg, menilai langkah negara Teluk membeli senjata dari berbagai negara merupakan strategi melepaskan ketergantungan militer.

>>> GitLab Berencana PHK Karyawan sebagai Bagian Restrukturisasi Bisnis

"Ketergantungan berlebihan pada AS tak membuahkan hasil. Dalam jangka menengah hingga panjang, negara Teluk harus menemukan cara untuk meningkatkan kemandirian," cetusnya.