Namun, pada bintang kecil, pola ini tidak terlihat karena planet cenderung berkumpul pada ukuran mirip Bumi.

Para ilmuwan mengajukan dua teori utama untuk menjelaskan fenomena ini.

Teori pertama adalah pebble accretion dan kandungan air, di mana planet terbentuk dari penggabungan debu dan es kaya air yang membuatnya tumbuh besar tanpa lapisan gas tebal.

Teori kedua adalah photoevaporation.

Radiasi tinggi dari bintang merah yang aktif diduga kuat mengikis atmosfer planet dengan memanaskan gas hingga lepas ke angkasa, sehingga menyisakan inti planet yang berbatu.

Implikasi Terhadap Pencarian Kehidupan

Temuan ini memiliki dampak signifikan terhadap strategi pencarian kehidupan di luar Bumi. Fokus ilmuwan kini semakin terarah pada sistem bintang kecil yang memiliki sistem planet kompak berukuran kecil.

Meskipun planet raksasa tidak ditemukan di sekitar bintang-bintang ini, keberadaan planet berbatu yang melimpah memberikan harapan baru dalam studi zona layak huni.

Para peneliti masih memerlukan data lebih rinci mengenai massa dan komposisi atmosfer untuk memahami potensi hunian di masa depan.

>>> OKX Luncurkan Agent TradeKit, Jembatani Analisis AI dan Transaksi CEX

Data spesifik mengenai daftar nama planet yang terverifikasi dalam studi ini masih dalam tahap validasi lebih lanjut melalui observasi lanjutan.