Nokia G22 menawarkan solusi bagi pemilik smartphone yang kesulitan dengan biaya servis tinggi dan proses perbaikan yang lama.

Melalui fitur Self Repair, pengguna dapat memperbaiki ponsel secara mandiri.

>>> OPPO Find X9 Ultra vs Honor Magic8 Pro: Persaingan Ketat di Pasar Premium

Ponsel ini mengadopsi konsep desain QuickFix hasil kolaborasi HMD Global dengan iFixit.

Pengguna bisa mengganti komponen seperti layar, port USB-C, dan baterai dalam waktu kurang dari 20 menit menggunakan peralatan standar.

Inovasi ini bertujuan memperpanjang masa pakai perangkat dan mendukung gerakan global Right to Repair. Dengan perbaikan mandiri, pengguna dapat mengurangi biaya jasa teknisi dan meminimalkan limbah elektronik.

Spesifikasi Nokia G22

  • Layar: 6,52 inci HD+, refresh rate 90Hz, Gorilla Glass 3
  • Chipset: Unisoc T606
  • RAM: 4GB (virtual RAM hingga 2GB)
  • Penyimpanan: 64GB atau 128GB
  • Kamera belakang: 50MP (utama) + 2MP (makro) + 2MP (depth)
  • Baterai: 5.050 mAh, pengisian cepat 20W
  • Sistem operasi: Android dengan jaminan update keamanan 3 tahun

Kelebihan utama ponsel ini adalah kemudahan perbaikan mandiri yang mendapat skor tinggi dari iFixit. Baterainya diklaim mampu bertahan hingga 3 hari untuk pemakaian ringan.

>>> Itel P55 5G: Ponsel 5G Sejutaan dengan Performa Tangguh

Bodi belakang menggunakan plastik daur ulang 100 persen.

Namun, chipset Unisoc T606 kurang bertenaga untuk game berat. Resolusi layar masih HD+, belum Full HD.

Ketersediaan suku cadang resmi di daerah terpencil masih dalam tahap validasi.

Nokia G22 diposisikan sebagai ponsel ekonomis dengan nilai guna jangka panjang. Ketersediaan unit dan suku cadang di Indonesia bergantung pada distributor lokal.

>>> Realme 16T Bocor: Kamera 50 MP dan Isi Cepat 67W di Kelas Menengah

Estimasi harga berkisar Rp2.300.000 hingga Rp2.700.000 tergantung varian memori. Konsumen disarankan membeli unit dengan garansi resmi untuk memudahkan klaim komponen QuickFix.