Sip," kata April Jasmine. Pasangan suami istri ini kemudian memaparkan filosofi di balik pemberian nama pada sapi kurban pilihan mereka.

"Kondisi prima dan berkah," ujar Solmed. April Jasmine menegaskan kembali arti penting dari nama yang disematkan pada hewan kurban tersebut.

"Sehat dan berkah berarti," timpal April.

Ustaz Solmed menekankan bahwa aspek kesehatan dan nilai berkah menjadi prioritas utama ketimbang sekadar ukuran fisik hewan kurban.

"Jadi harus sehat, harus berkah. Jangan cuma sekadar gede tapi juga harus dapat keberkahannya.

Amin," lanjut Solmed.

Mengenai peruntukan kurban, satu ekor sapi nantinya akan dialokasikan untuk tujuh orang, dan ada rencana untuk menyertakan nama para pekerja mereka ke dalam daftar.

"Buat tujuh orang.

Jadi memang kalau tadi saya sampaikan, setelah keluarga mungkin nanti ada siapa-siapa yang berkenan, karyawan-karyawan kalau memang berkenan dimasukkan namanya ya kita masukin.

Insyaallah," jelasnya.

Ukuran sapi yang ditinjau langsung di lokasi diakui melebihi perkiraan awal saat mereka hanya melihatnya melalui dokumentasi digital.

"Wah, sesuai dengan yang di video dan di foto. Jadi kemarin video fotonya malah kelihatannya masih terlalu tidak besar ya.

Pas lihat lumayan gede banget. Artinya di luar dari ekspektasi fotonya justru," tuturnya.

Selain Kozma, perhatian mereka juga tertuju pada sapi lain yang bernama Blackmon, yang sempat memicu selingan candaan di lokasi pemilihan.

"Namanya Blackmon? Koboy-koboy," kata Solmed sambil tertawa.

Untuk ibadah kurban pada tahun ini, jenis hewan yang dipersiapkan oleh keluarga Ustaz Solmed sepenuhnya masih berupa sapi.

>>> Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu Siap Tayang di Bioskop Mei 2026

"Oh iya, sementara sapi. Sementara masih sapi," pungkasnya.