Pembatasan Pertalite dan Solar Subsidi Berpotensi Berlaku Juni 2026, Deretan Mobil Ini Bisa Terdampak

Isu pembatasan pembelian Pertalite dan solar subsidi kembali mencuat menjelang pertengahan 2026. Skema baru distribusi BBM bersubsidi disebut-sebut bakal mulai diterapkan pada 1 Juni 2026 dengan sasaran kendaraan bermesin besar.

Pemerintah saat ini memang tengah menyiapkan revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 mengenai penyediaan, distribusi, dan harga jual eceran BBM subsidi agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

Pembatasan BBM Subsidi Mengarah ke Kapasitas Mesin

Pembahasan terbaru mengacu pada pembatasan pembelian Pertalite dan solar subsidi berdasarkan jenis kendaraan serta kapasitas mesin atau CC.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha menyebut mekanisme tersebut masih dibahas bersama regulator dan Pertamina Patra Niaga.

“BBM Pertalite, solar, terserah nanti kalau Perpres 191 itu yang sudah didiskusikan juga kemarin di DEN dengan Pertamina Patra Niaga itu bisa kita realisasikan, kita batasi,” ujar Satya dalam webinar Sarasehan Energi-Transisi Energi di Tengah Disrupsi Geopolitik Global.

Menurut perhitungan DEN, pembatasan berdasarkan kapasitas mesin dinilai mampu menekan beban subsidi energi nasional.

“Kalau berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu potensi hematnya, hitungan kami itu 10-15 persen daripada volume,” katanya.

Kebijakan tersebut dibahas di tengah meningkatnya tekanan anggaran subsidi energi akibat fluktuasi harga minyak dunia dan pelemahan kurs rupiah.

>>> Anak Perwira Polisi Pembuat Konten Rasis Diperiksa Polda Jateng usai Viral di Media Sosial

Isu Berlaku Mulai 1 Juni 2026

Belakangan beredar informasi bahwa mobil dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc tidak lagi diperbolehkan membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026.