Intel Genjot Bisnis Manufaktur Eksternal demi Dongkrak Pemulihan Perusahaan
CEO Intel, Lip-Bu Tan, mengumumkan bahwa bisnis manufaktur eksternal perusahaan terus berkembang dan menjadi kunci utama dalam upaya pemulihan produsen chip tersebut.
Langkah strategis ini diambil setelah Intel mengalami masa sulit hingga membukukan kerugian bersih sebesar $18,8 miliar pada tahun 2024.
>>> Kreator Siapkan Sekuel Film Masha and the Bear, Film Pertama Target Rilis 2028
Kerugian tersebut memicu perombakan manajemen termasuk penunjukan Tan pada Maret 2025.
Fokus pada Foundry dan Proses 18A
"Foundry sangat penting," kata Tan kepada Jim Cramer di acara "Mad Money" CNBC. "Ini adalah salah satu aset nasional yang sangat berharga."
Bisnis pengecoran ini diproyeksikan untuk memproduksi semikonduktor bagi klien luar negeri sekaligus mengembalikan kapasitas produksi chip canggih ke Amerika Serikat.
Proses manufaktur canggih 18A menjadi fokus utama investor. Tan mengakui bahwa teknologi tersebut awalnya kurang memuaskan saat ia pertama kali mengambil alih kepemimpinan.
"Now I see it," kata Tan, yang memimpin pembuat perangkat lunak desain chip Cadence Design Systems dari tahun 2009 hingga 2021.
Peningkatan hasil produksi dari setiap wafer kini diklaim telah melampaui ekspektasi serta mulai menarik minat dari berbagai calon pelanggan baru.
"Best practice is to see a 7% or 8% yield improvement month over month, and now I see it," katanya.
Kenaikan kinerja operasional ini memicu laporan dari Wall Street Journal pada 8 Mei terkait kesepakatan awal antara Intel dan Apple untuk memproduksi sejumlah chip.
>>> Google Luncurkan Antigravity 2.0 dengan Fitur Agen Cerdas dan Integrasi Pengodean
"A few customers, they are engaged with us," katanya.
Perusahaan memproyeksikan komitmen yang lebih konkret dari beberapa pelanggan foundry eksternal pada paruh kedua tahun 2026 hingga awal 2027.
"We look forward to serving them," katanya.
Selain fokus pada pemulihan internal, ekspansi pabrik baru di Arizona dan Ohio juga dinilai krusial untuk mengamankan rantai pasokan semikonduktor domestik Amerika Serikat.
"Over 90 percent of advanced processors are made outside," katanya. "So, I think it's important to bring some of them back."
Intel kini bersiap mengandalkan proses generasi berikutnya, yakni 14A, untuk bersaing langsung dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) dalam pasar manufaktur pihak ketiga.
Tan memiliki masa jabatan dua tahun di dewan direksi Intel yang berakhir pada tahun 2024. Kini, ia optimistis terhadap prospek foundry Intel.
>>> Google Luncurkan Antigravity 2.0 untuk Bangun Sistem Operasi dalam 12 Jam
"Now I see it," katanya, merujuk pada peningkatan hasil produksi yang melampaui ekspektasi.
Update Terbaru
Square Enix Buka Peluang Final Fantasy 15 Hadir di Switch 2
Sabtu / 04-07-2026, 20:52 WIB
Mantan Kepala MachineGames Kini Pimpin Arkane Lyon, Pengembang Marvel's Blade
Sabtu / 04-07-2026, 20:52 WIB
Arthur Fery Hadapi Zizou Bergs di Babak Ketiga Wimbledon
Sabtu / 04-07-2026, 20:50 WIB
JioStar Angkat Prashant Khanna Pimpin Hak Siar Olahraga dan Inovasi
Sabtu / 04-07-2026, 20:50 WIB
Jadwal Lengkap Liga Inggris Premier League 2026/2027, Daftar Pertandingan dan Jam Tayang
Sabtu / 04-07-2026, 20:50 WIB
Pemprov DKI Perkuat Digitalisasi Transaksi, QRIS Jakarta Capai 38 Persen Nasional
Sabtu / 04-07-2026, 20:50 WIB
Beralih ke Samsung Galaxy, Fitur Google Ini Terasa Usang
Sabtu / 04-07-2026, 20:49 WIB
Cara Mudah Dapatkan 100 Ribu Saldo DANA dari Aplikasi Penghasil Uang 2026
Sabtu / 04-07-2026, 20:49 WIB
Microsoft Mulai Pensiunkan Tiga Fitur Lama SharePoint, Pengguna Diminta Segera Migrasi
Sabtu / 04-07-2026, 20:49 WIB
Opera Luncurkan Paste Protect untuk Lindungi Clipboard dari Malware
Sabtu / 04-07-2026, 20:49 WIB
Mantan Engineer Microsoft Sindir Windows 11, Bikin Notepad Hanya 2,5 KB Tanpa AI
Sabtu / 04-07-2026, 20:49 WIB
Pernikahan Taylor Swift-Travis Kelce: Lena Dunham Bikin Lelucon Kasar dalam Pidato
Sabtu / 04-07-2026, 20:49 WIB
Kepala Sampai Benjol, Messi Akui Cape Verde Lawan Kuat
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Metode Modern Dobelkan Cuan Petani, Ongkos Tanam Susut Rp2,4 Juta
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB







