Sony mengumumkan kemitraan strategis dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) pada awal Mei 2026. Kolaborasi ini bertujuan mengembangkan sensor kamera smartphone generasi baru yang lebih hemat daya.

Masalah tingginya konsumsi energi dan panas berlebih saat perekaman resolusi tinggi menjadi fokus utama.

>>> RedMagic Siap Luncurkan Tablet Gaming Astra 2 secara Global

Teknologi fabrikasi canggih TSMC, seperti node 4nm atau 3nm, akan digunakan untuk memproduksi sensor rancangan Sony.

Dengan arsitektur yang lebih modern, konsumsi daya total sensor diklaim turun sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan generasi sebelumnya.

Langkah ini diambil karena teknologi fabrikasi chip di pabrik Sony di Jepang dinilai mulai tertinggal.

Sensor baru ini diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan pasar perangkat flagship dari berbagai produsen ponsel global, seperti Apple, Samsung, dan Google Pixel.

Perusahaan menjelaskan bahwa proyek ini akan difokuskan terlebih dahulu untuk sektor telekomunikasi bergerak.

"Kemitraan ini mencakup sensor gambar generasi berikutnya, dimulai dari aplikasi untuk kamera smartphone," ujar perwakilan Sony kepada Android Authority.

>>> Samsung Siapkan Galaxy S27 Ultra Berdesain Baru dan Varian Pro

Selain ponsel, Sony berencana memperluas teknologi ini ke bidang lain.

Sektor target pengembangan selanjutnya meliputi sistem visi untuk kendaraan otonom, kamera robotika industri, serta perangkat kecerdasan buatan fisik atau edge AI.

Implementasi komponen hasil kolaborasi ini diprediksi tidak langsung tersedia dalam waktu dekat.

Prototipe pertama sensor gambar dijadwalkan muncul pada akhir tahun 2026. Proses produksi massal akan dimulai pada awal tahun 2027.

Pihak Sony mengonfirmasi bahwa kemitraan ini mencakup sensor gambar generasi berikutnya, dimulai dari aplikasi untuk kamera smartphone.

>>> Asus Adol Luncurkan Speaker Bluetooth Murah dengan Fitur Tahan Air IPX7

Selain itu, produsen elektronik asal Jepang tersebut juga berencana untuk mengekspansi pemanfaatan teknologi sensor hemat daya ini ke bidang lain, seperti sistem visi untuk kendaraan otonom, kamera robotika industri, serta perangkat kecerdasan buatan fisik atau edge AI.