Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan perusahaan masih menunggu keputusan resmi pemerintah terkait implementasi aturan tersebut.

“Pada prinsipnya Pertamina sebagai BUMN dan badan usaha atau operator yang berada di bawah pemerintah akan mengikuti dan mengacu pada arahan pemerintah sebagai regulator,” ujar Roberth.

Ia menegaskan seluruh aturan teknis nantinya tetap berasal dari pemerintah sebagai regulator distribusi BBM subsidi.

“Lembaga pemerintah terkait yang akan menurunkan teknis dan bagaimana kebijakan tersebut diterapkan, Pertamina saat ini menunggu dan mengikuti arahan yang berlaku saat ini yaitu menyalurkan energi sesuai ketentuan,” lanjutnya.

Dengan demikian, penerapan pembatasan tersebut masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah.

Daftar Mobil yang Disebut Berpotensi Terdampak

Jika ambang batas kendaraan di atas 1.400 cc benar-benar diterapkan, sejumlah model kendaraan populer diperkirakan tidak lagi bisa membeli Pertalite.

Toyota

  • Toyota Avanza 1.5 CVT
  • Toyota Veloz 1.5
  • Toyota Rush 1.5

Model bermesin 1.500 cc dari Toyota menjadi salah satu yang ramai disebut masuk dalam daftar kendaraan terdampak.

Daihatsu

  • Daihatsu Xenia
  • Daihatsu Terios

Mobil keluarga dan SUV ringan dari Daihatsu juga disebut berpotensi terkena pembatasan jika aturan berbasis kapasitas mesin diterapkan.

Mitsubishi

  • Mitsubishi Xpander
  • Mitsubishi XForce
  • Mitsubishi Pajero Sport
  • Mitsubishi Triton

Sejumlah kendaraan Mitsubishi dengan kapasitas mesin besar diperkirakan ikut terdampak pembatasan pembelian BBM subsidi.

Honda

  • Honda HR-V
  • Honda BR-V
  • Honda WR-V
  • Honda Civic
  • Honda City Hatchback

Beberapa model Honda bermesin di atas 1.400 cc juga ramai diperbincangkan dalam skema pembatasan tersebut.

Suzuki

  • Suzuki XL7
  • Suzuki Ertiga
  • Suzuki Grand Vitara

Selain mobil, kendaraan roda dua dengan kapasitas mesin di atas 150 cc disebut berpotensi diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi.