Berdasarkan laporan San Francisco Standard, situasi di area kantor berubah menjadi tidak kondusif karena para pegawai mencemaskan kelangsungan posisi mereka.

“Secara umum, saya merasa tidak puas dan marah dengan para petinggi.

Ini momen paling cemas dan penuh tekanan yang pernah saya rasakan selama bekerja,” kata seorang karyawan Meta yang tidak disebutkan namanya.

Raksasa media sosial ini tercatat memiliki hampir 79.000 pekerja pada awal tahun 2026. Kebijakan ini menjadi salah satu pengurangan terbesar dalam sejarah Meta.

Perusahaan diperkirakan masih akan melanjutkan pemangkasan staf pada paruh kedua tahun ini. Mark Zuckerberg secara konsisten terus merampingkan struktur manajemen Meta dalam beberapa tahun terakhir.

Pendiri Meta tersebut tercatat telah mengeliminasi lebih dari 20.000 pekerjaan sepanjang tahun 2022 dan 2023 yang dicanangkan sebagai tahun efisiensi perusahaan.

Fenomena pengurangan pekerja di Meta ini memperpanjang tren pemutusan hubungan kerja di sektor teknologi global yang saat ini banyak dikaitkan dengan adopsi AI.

Data pada tiga bulan pertama tahun 2026 menunjukkan terjadinya 52.050 kasus PHK di industri teknologi. Angka ini melonjak 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Gelombang pengurangan pekerja ini dilansir dari Detik iNET yang mengutip laporan Reuters dan NY Post.

>>> Juri California Tolak Gugatan Elon Musk terhadap OpenAI

Berdasarkan dokumen internal perusahaan, proses pemangkasan hubungan kerja di Meta bakal berlangsung dalam tiga tahapan.