Pemilik Mobil Listrik Terancam Dikenakan Biaya Tahunan Rp2 Juta
Pemilik kendaraan listrik (EV) di Amerika Serikat mungkin akan segera kehilangan keuntungan finansial yang selama ini mereka nikmati.
Sebuah usulan kebijakan baru mengincar pengenaan biaya tahunan sebesar $130 atau sekitar Rp2 juta bagi setiap pemilik EV.
>>> Forza Horizon 6 Ban 7.973 Tahun, Pembocor Kembali Online Malam Itu
Selama ini, kendaraan listrik tidak dikenakan pajak bahan bakar federal yang berlaku untuk kendaraan bermesin bensin. Pajak tersebut digunakan untuk mendanai pemeliharaan dan pembangunan infrastruktur jalan raya.
Alasan di Balik Usulan Biaya Baru
Pemerintah federal memandang bahwa kendaraan listrik tetap menggunakan jalan raya yang sama dengan kendaraan konvensional.
Namun, karena tidak membeli bensin, mereka tidak berkontribusi pada dana pemeliharaan jalan melalui pajak bahan bakar.
Kondisi ini dinilai tidak adil dan berpotensi mengurangi pendapatan negara untuk perawatan infrastruktur. Oleh karena itu, muncul usulan untuk mengenakan biaya tahunan sebagai kompensasi.
Biaya tahunan sebesar $130 diperkirakan setara dengan kontribusi pajak bahan bakar yang dibayarkan oleh pemilik kendaraan bensin rata-rata.
Dengan demikian, diharapkan tercipta kesetaraan dalam pendanaan infrastruktur.
Dampak bagi Pemilik Kendaraan Listrik
Jika usulan ini disetujui, pemilik EV akan menanggung beban tambahan setiap tahun.
Biaya ini tentu akan menambah total biaya kepemilikan kendaraan listrik yang selama ini dianggap lebih murah dalam hal operasional.
Meskipun demikian, angka $130 masih tergolong kecil dibandingkan total penghematan bahan bakar yang diperoleh pemilik EV.
Namun, kebijakan ini tetap menjadi sinyal bahwa era 'gratis' bagi kendaraan listrik mungkin akan berakhir.
>>> Amerika Tarik 216 Unit Motor China Fly Wing Snake 250 karena Rem Bermasalah
Usulan ini masih dalam tahap awal dan belum menjadi undang-undang. Proses legislasi masih panjang dan kemungkinan akan menghadapi perdebatan sengit di Kongres.
Update Terbaru
Pemerintah Kutuk Keras Pembakaran Pesawat dan Penembakan Pilot oleh OPM
Jumat / 03-07-2026, 22:47 WIB
Ronaldo Jadi Pemain Tertua Cetak Gol di Fase Gugur Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 22:47 WIB
Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup
Jumat / 03-07-2026, 22:47 WIB
Pelatih Argentina: Cape Verde Lolos 32 Besar Bukan karena Kebetulan
Jumat / 03-07-2026, 22:47 WIB
Karyawan Xbox Pertanyakan Strategi Asha Sharma, Pimpinannya Dinilai Terlalu Terpengaruh Twitter
Jumat / 03-07-2026, 22:47 WIB
5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Jumat / 03-07-2026, 22:46 WIB
4 Sepeda Road Bike Rp2 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Gowes Jarak Jauh
Jumat / 03-07-2026, 22:46 WIB
Tiga Pelajar SD Raih Nilai Sempurna di Olimpiade Matematika Nasional
Jumat / 03-07-2026, 22:46 WIB
Korea Gagal di Piala Dunia 2026, KFA Minta Maaf dan Siapkan Pelatih Baru
Jumat / 03-07-2026, 22:37 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Padam 30%, Petugas Gunakan Sistem Inject
Jumat / 03-07-2026, 22:37 WIB
Kemendagri Minta Klarifikasi Bupati Purwakarta, Saepul Akui Kesalahan
Jumat / 03-07-2026, 22:37 WIB
Amien Rais Sebut PN Jakarta Timur Pengadilan Paling Aneh se-Asia Tenggara
Jumat / 03-07-2026, 22:37 WIB
Hashim Ungkap Ide MBG Sudah Digagas Prabowo Sejak 2006, Tak Akan Dihentikan
Jumat / 03-07-2026, 22:37 WIB
Bank Mandiri Kumpulkan 7.000 Kantong Darah Lewat Program Donor 2026
Jumat / 03-07-2026, 22:36 WIB






