DOJ Minta Data 100.000 Pengemudi dari Apple dan Google Terkait Aplikasi Tuning
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengeluarkan subpoena kepada Apple, Google, Amazon, dan Walmart untuk menyerahkan data pelanggan yang terkait dengan aplikasi tuning mobil EZ Lynk.
Permintaan ini mencakup informasi lebih dari 100.000 pengguna.
>>> Pemilik Mobil Listrik Terancam Dikenakan Biaya Tahunan Rp2 Juta
Langkah ini diambil dalam rangka gugatan hukum terkait Clean Air Act yang melibatkan EZ Lynk, perusahaan berbasis di Kepulauan Cayman.
DOJ menuduh aplikasi tersebut memfasilitasi penghapusan sistem emisi pada kendaraan.
Subpoena Mencakup Data Massal
Menurut laporan Forbes, DOJ meminta Apple dan Google untuk menyerahkan catatan pengguna yang mengunduh aplikasi Auto Agent milik EZ Lynk.
Sementara itu, Amazon dan Walmart diminta memberikan data terkait pembelian perangkat keras yang kompatibel.
Jumlah data yang diminta sangat besar, diperkirakan mencapai 100.000 catatan atau lebih. Pegiat privasi menilai permintaan ini melampaui batas kasus yang sedang diselidiki.
Aplikasi Auto Agent sendiri berfungsi sebagai platform penghubung antara pemilik mobil dan bengkel tuning. Pengguna cukup mencolokkan perangkat OBDII ke mobil untuk memantau berbagai fungsi vital kendaraan.
Melalui aplikasi ini, bengkel dapat mengirimkan file tuning ke pemilik mobil yang kemudian bisa diinstal sendiri.
Praktik ini sebenarnya umum dilakukan oleh banyak bengkel di AS, namun biasanya tanpa jejak digital yang tertinggal.
Pemerintah berpendapat bahwa EZ Lynk sengaja membangun ekosistem yang dirancang untuk penghapusan emisi. Sebaliknya, perusahaan mengklaim hanya menyediakan alat yang juga bisa digunakan untuk diagnostik legal dan pemantauan.
>>> Forza Horizon 6 Ban 7.973 Tahun, Pembocor Kembali Online Malam Itu
EZ Lynk menyatakan bahwa Google dan Apple berencana menolak permintaan data tersebut. Sementara itu, Walmart dilaporkan menolak berkomentar.
Update Terbaru
Teknologi AI Bantu Kenali Kondisi Kulit Sebelum Beli Skincare
Jumat / 03-07-2026, 21:43 WIB
Tolak Jalur Damai, Kader PSI Beri 'Wejangan' untuk dr. Tifa
Jumat / 03-07-2026, 21:43 WIB
PSSI Segera Umumkan Skuad Timnas untuk ASEAN Cup, Vickery dan Baker Menunggu Keppres
Jumat / 03-07-2026, 21:43 WIB
KAI Gelar Kompetisi Desain Maskot untuk Bangun Aset Kekayaan Intelektual
Jumat / 03-07-2026, 21:42 WIB
Pertamina Rampungkan Penataan 31 Entitas, Perkuat Ketahanan Energi
Jumat / 03-07-2026, 21:42 WIB
Angelina Jolie 10 Tahun Jomblo, Belum Pernah Kencan Sejak Ceraikan Brad Pitt
Jumat / 03-07-2026, 21:42 WIB
Kenapa Harga Mobil Listrik Bekas Cepat Turun? Ini Penyebabnya
Jumat / 03-07-2026, 21:42 WIB
Redmi Pad 2 9.7 Resmi di Indonesia, Tablet 4G Harga Mulai Rp2,3 Jutaan
Jumat / 03-07-2026, 21:42 WIB
Dari Nonton Maradona di TV Desa, Kini Bubista Pimpin Cape Verde Lawan Argentina
Jumat / 03-07-2026, 20:49 WIB
Cara Dapat Penghasilan Tambahan 100 Ribu per Hari Lewat Aplikasi Resmi 2026
Jumat / 03-07-2026, 20:49 WIB
Daftar 10 Paspor Terkuat di Dunia 2026, Indonesia Peringkat 119
Jumat / 03-07-2026, 20:49 WIB
Ibu-ibu PNM Mekaar Jadi Wajah Perempuan Berdaya di Sensus Ekonomi 2026
Jumat / 03-07-2026, 20:49 WIB
PM Pakistan dan Menlu Afghanistan Melayat Jenazah Ali Khamenei
Jumat / 03-07-2026, 20:46 WIB
Pendaftaran Beta Tertutup Ketiga Monster Hunter Outlanders Dibuka, Uji Coba 7 Agustus
Jumat / 03-07-2026, 20:46 WIB






