Xiaomi akhirnya mengonfirmasi identitas sistem operasi terbarunya. Perusahaan teknologi ini resmi mengusung nama HyperOS 4 untuk generasi perangkat lunak teranyarnya.

Kepastian tersebut diketahui melalui bocoran data internal Mi Code yang ditemukan baru-baru ini. Langkah ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai strategi penamaan raksasa teknologi tersebut.

>>> Vivo Seragamkan Fitur Premium di Seluruh Varian Seri S60

Sebelumnya, beredar rumor bahwa penamaan sistem operasi ini akan mengikuti pola Apple. Rumor tersebut menyebut penggunaan angka tahunan seperti HyperOS 26.

Bukti Kode Internal

Para pengamat teknologi menemukan referensi eksplisit mengenai kehadiran HyperOS 4 di dalam framework perangkat lunak internal.

Bukti kuat tersebut muncul melalui kehadiran string kode spesifik seperti "glassOs4" dan "atLeastOS4".

Kredibilitas temuan ini semakin diperkuat oleh log internal yang mencantumkan referensi "GlassOS4Background". Bocoran tersebut dinilai sangat valid karena bersumber langsung dari komponen sistem internal perusahaan.

Melalui keputusan ini, rumor mengenai peralihan ke nama tahunan kini telah terbantahkan sepenuhnya secara teknis.

Xiaomi tampak ingin menjaga tradisi penomoran urut demi memudahkan para pengguna mengenali generasi perangkat lunak mereka.

Performa Kencang dengan Arsitektur Rust

Pembaruan kali ini membawa perubahan arsitektur besar melalui migrasi besar-besaran ke bahasa pemrograman Rust. Xiaomi sebenarnya telah menguji dukungan bahasa ini sejak versi terdahulu.

Namun, pada HyperOS 4, pabrikan ini membangun ulang aplikasi inti sistem menggunakan Rust. Langkah migrasi ini memberikan keuntungan signifikan berupa efisiensi memori yang jauh lebih optimal.

Transisi teknologi tersebut juga memungkinkan sistem menghapus tumpukan kode warisan dari era MIUI yang kerap memperlambat kinerja.

Hasilnya, pengguna akan merasakan kecepatan peluncuran aplikasi yang lebih responsif serta konsumsi daya baterai yang lebih hemat.