Manajer Chelsea Enzo Maresca dilaporkan telah menandatangani kontrak resmi pada Senin, 18 Mei 2026, untuk menjadi arsitek baru Manchester City mulai musim depan.

Ia akan menggantikan posisi Pep Guardiola yang dikabarkan akan meninggalkan klub.

>>> Gică Popescu Pertahankan Flavius Stoican Jelang Laga Baraj Farul Constanta

Menurut media Spanyol AS, penunjukan Maresca oleh Direktur Olahraga Manchester City Hugo Viana didasarkan pada pemahaman mendalam pelatih asal Italia tersebut terhadap metode kerja internal klub.

Maresca baru saja membawa Chelsea menjuarai Conference League dan Piala Dunia Antarklub.

Saat ini ia tinggal menyelesaikan kesepakatan finansial terkait kompensasi kepindahannya dari Stamford Bridge.

Kepergian Guardiola

Langkah ini diambil seiring laporan kuat dari Daily Mail yang menyebutkan bahwa pertandingan pekan terakhir Liga Inggris melawan Aston Villa di Stadion Etihad akan menjadi laga pamungkas Guardiola bersama Manchester City.

Guardiola dikabarkan memilih menyudahi pengabdiannya satu tahun lebih awal dari kontrak aslinya yang habis pada 2027.

Faktor kelelahan emosional dan fisik disebut sebagai penyebabnya setelah ia meraih total 20 trofi selama sepuluh musim.

>>> Hansi Flick Perpanjang Kontrak Bersama Barcelona Hingga 2028

Namun, pakar bahasa tubuh Darren Stanton memberikan sudut pandang berbeda.

Ia menilai sikap publik Guardiola tidak menunjukkan tanda-tanda stres atau akhir siklus, melainkan mencerminkan komitmen penuh untuk menyelesaikan sisa kontraknya.

Stanton menjelaskan bahwa reaksi tertutup Guardiola setelah memenangi final FA Cup murni disebabkan kejenuhan menghadapi pertanyaan media yang terus berulang mengenai masa depannya.

"No es su despedida," kata Stanton.

Analisis emosional tersebut mengindikasikan bahwa kubu internal tim masih fokus mendampingi Manchester City.

Saat ini City sedang berjuang merebut trofi Premier League dari Arsenal demi melengkapi gelar Carabao Cup dan FA Cup musim ini.

>>> Metaloglobus Kalahkan Farul Constanta, Dorong Lawan ke Zona Degradasi

Pernyataan analisis emosional tersebut mengindikasikan bahwa kubu internal tim masih fokus mendampingi Manchester City yang kini sedang berjuang merebut trofi Premier League dari Arsenal demi melengkapi gelar Carabao Cup dan FA Cup musim ini.