Video ‘Guru Bahasa Inggris’ Viral di TikTok, Netizen Diminta Waspadai Link Palsu dan Modus Pencurian Data
Fenomena video viral kembali ramai di TikTok dan X setelah muncul pencarian terkait “Video Guru Bahasa Inggris” berdurasi enam menit.
Konten tersebut memancing rasa penasaran warganet hingga banyak pengguna media sosial mencari tautan video lengkap yang disebut-sebut beredar melalui komentar dan direct message.
Namun di tengah ramainya pencarian, muncul peringatan mengenai potensi ancaman keamanan digital dari link yang dibagikan secara anonim.
Video Viral Bermula dari Potongan Cuplikan Pendek
Berdasarkan video yang beredar, cuplikan tersebut memperlihatkan seorang wanita berseragam khaki bersama pria berkemeja putih di dalam ruangan.
Narasi yang berkembang di media sosial menyebut keduanya sebagai oknum pendidik dan siswa.
Dalam potongan video, pria tersebut disebut datang untuk mengumpulkan tugas sebelum menegur pakaian wanita yang dianggap terlalu terbuka.
Cuplikan kemudian berhenti saat wanita tersebut memperlihatkan ekspresi terkejut.
Bagian akhir yang menggantung itu kemudian dimanfaatkan sejumlah akun anonim untuk menyebarkan klaim adanya lanjutan video berdurasi enam menit dengan muatan sensitif.
Namun hingga kini, klaim tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Link Full Video Disebar Lewat DM dan Bio Profil
Ramainya pencarian video tersebut dimanfaatkan oknum tertentu dengan membagikan tautan melalui kolom komentar, direct message, hingga bio akun media sosial.
Modus yang digunakan biasanya mengarahkan pengguna untuk meminta link melalui DM atau mengklik tautan tertentu.
Praktik tersebut disebut berpotensi menjadi celah kejahatan siber yang menyasar pengguna media sosial.
Risiko Phishing dan Malware Mengintai
Pakar keamanan digital mengingatkan bahwa tautan semacam itu dapat digunakan untuk berbagai modus penipuan dan pencurian data.
- Phishing akun melalui halaman login palsu.
- Pengiriman malware yang dapat mencuri data pribadi dan perbankan.
- Manipulasi lewat percakapan DM untuk memperoleh informasi pribadi.
- Penipuan pembayaran melalui halaman langganan palsu.
Update Terbaru
Kejutan di Eastbourne: Unggulan Teratas Paolini Tersingkir
Rabu / 24-06-2026, 20:22 WIB
Brantas Abipraya Dorong Infrastruktur yang Buka Ruang Ekonomi Masyarakat
Rabu / 24-06-2026, 20:22 WIB
Investor Global Tunggu Hasil Negosiasi AS-Iran, Pasar Siap Bergerak
Rabu / 24-06-2026, 20:21 WIB
Pertamina Setor Rp360,76 Triliun ke Kas Negara Sepanjang 2025
Rabu / 24-06-2026, 20:21 WIB
Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Layanan di Pelabuhan Ciwandan
Rabu / 24-06-2026, 20:21 WIB
Pabrik Nissan di Mississippi Capai Produksi Satu Juta Unit Frontier
Rabu / 24-06-2026, 20:00 WIB
Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei Tanpa Ribet
Rabu / 24-06-2026, 20:00 WIB
Google Messages di Galaxy Kini Dukung Tema Chat Lebih Warna-warni
Rabu / 24-06-2026, 20:00 WIB
Ilmuwan Akhirnya Menjelaskan Efek Tatapan Mata Anjing pada Otak Manusia
Rabu / 24-06-2026, 19:59 WIB
Berapa Banyak Protein yang Benar-Benar Dibutuhkan? Kebanyakan Orang Salah
Rabu / 24-06-2026, 19:59 WIB
Konektor Daya RTX 5090 Kembali Meleleh saat Pengujian
Rabu / 24-06-2026, 19:59 WIB
Gen Z Lebih Kaya dari Milenial di Usia yang Sama, Ini Buktinya
Rabu / 24-06-2026, 19:58 WIB
Menkes Ungkap 80% Bahan Baku Obat RI Masih Impor, Ini Solusinya
Rabu / 24-06-2026, 19:58 WIB
Vivo X500 Pro Max Muncul di Database IMEI, Empat Model Global Direncanakan
Rabu / 24-06-2026, 19:58 WIB






