KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur, Dugaan Gangguan Sinyal Diselidiki

Tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya dengan KRL tujuan Cikarang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.

Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, sekaligus memunculkan dugaan adanya gangguan pada sistem persinyalan kereta.

Kronologi Insiden di Bekasi Timur

Rangkaian KRL sebelumnya diketahui berhenti setelah insiden di perlintasan sebidang, ketika sebuah taksi mogok dan tertabrak.

Kondisi tersebut membuat perjalanan terganggu dan satu KRL tertahan di area stasiun menunggu proses evakuasi selesai.

Dalam situasi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dengan kecepatan tinggi memasuki jalur yang sama hingga akhirnya menghantam bagian belakang KRL.

Gerbong terakhir KRL mengalami kerusakan paling parah, dengan mayoritas penumpang di dalamnya menjadi korban terdampak.

Korban Jiwa dan Luka-Luka

  • 14 orang dilaporkan meninggal dunia
  • 82 penumpang mengalami luka-luka

Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan terdekat.

Dugaan Gangguan Sistem Persinyalan

Pengamat perkeretaapian Joni Martinus menyoroti kemungkinan adanya gangguan pada sistem absolute block yang digunakan dalam pengaturan perjalanan kereta.

Dalam sistem tersebut, satu jalur hanya boleh ditempati satu rangkaian kereta dalam satu waktu untuk menjamin keselamatan.

Artinya, sinyal masuk ke jalur yang sudah terisi seharusnya menunjukkan warna merah sebagai tanda larangan melintas.

Masuknya KA Argo Bromo Anggrek ke jalur yang telah ditempati KRL dinilai sebagai indikasi adanya anomali yang perlu diselidiki lebih lanjut.

Pengakuan Diduga Asisten Masinis

Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan pernyataan seorang pria berseragam yang diduga asisten masinis.