Dipengaruhi Tekanan Global

Pelemahan harga emas domestik terjadi seiring penurunan harga emas dunia. Di pasar spot, harga emas turun sekitar 2,2 persen ke level 4.712,04 dollar AS per ons, menjadi titik terendah dalam lebih dari satu pekan.

Kontrak emas berjangka untuk pengiriman Juni juga ikut terkoreksi sekitar 2,3 persen ke posisi 4.719,60 dollar AS per ons.

in1

Tekanan terhadap emas dipicu oleh penguatan dollar AS yang naik sekitar 0,2 persen. Kondisi ini membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turut mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Faktor Geopolitik dan Energi

Dalam penjelasan analis pasar senior RJO Futures, Bob Haberkorn, kombinasi penguatan dollar dan kenaikan yield menjadi faktor utama yang menekan harga emas.

Ia juga menyoroti dinamika geopolitik yang memengaruhi pasar energi. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang disertai lonjakan harga minyak lebih dari 3 persen, ikut memberikan tekanan terhadap logam mulia.

Kenaikan harga minyak yang terjadi sejak konflik regional memicu kekhawatiran inflasi global. Situasi ini membuka peluang bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, permintaan cenderung melemah ketika suku bunga berada pada level tinggi karena investor beralih ke instrumen dengan imbal hasil.