Data PHK Kemnaker Dinilai Tak Akurat, Said Iqbal Sebut Angka Riil Jauh Lebih Besar
Jumlah riil pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia diduga jauh lebih tinggi dari data resmi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan banyak kasus PHK di lapangan tidak tercatat pemerintah karena lemahnya sistem pelaporan dari daerah.
>>> Trump Batalkan Rencana Biaya Upeti di Selat Hormuz, Beralih ke Kerja Sama Dagang
Berdasarkan data resmi Kemnaker, tercatat sekitar 43.000 pekerja terkena PHK sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Namun, Said Iqbal yang juga menjabat Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebut data internal KSPI mencatat angka yang hampir mendekati laporan pemerintah, padahal baru mencakup periode tiga bulan pertama.
Data KSPI mencatat 27.000 pekerja terkena PHK pada Januari hingga Maret 2026.
"Untuk KSPI memang data kami masih Maret, belum di-upgrade... April, Mei, Juni belum.
Mungkin (jumlah PHK Januari-Juni) di atas sedikit data Kemnaker," ujar Said Iqbal.
Penyebab Data PHK Tidak Akurat
Said Iqbal membeberkan alasan mengapa data PHK pemerintah dinilai kurang akurat dan tidak menggambarkan kondisi riil di lapangan.
Menurutnya, Kemnaker hanya mengandalkan laporan pasif dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) di daerah.
>>> Trump Batal Terapkan Tarif Kapal di Selat Hormuz Usai Ditelepon Raja Timur Tengah
Padahal, banyak perusahaan melakukan PHK secara diam-diam tanpa melaporkannya ke Disnaker setempat.
Sebaliknya, KSPI memperoleh data secara real-time dari pengurus serikat pekerja yang berada langsung di dalam perusahaan.
Said Iqbal juga menegaskan bahwa data BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa dijadikan patokan mutlak.
Menurutnya, data Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) hanya mencakup pekerja korban PHK yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.
"Pencairan JHT bukan indikator mutlak PHK. Banyak pekerja mencairkan sebagian saldo JHT hingga 10 persen meski masih aktif bekerja," pungkasnya.
"BPJS Ketenagakerjaan tidak ada data PHK. Yang ada adalah data pekerja yang mengambil JKP dan JHT.
>>> Redmi Note 17 Pro vs Redmi Note 15 Pro: Perbandingan Lengkap
Nah memang seperti JHT misalnya, belum tentu orang itu ter-PHK," jelas Said Iqbal.
Update Terbaru
Stunting pada Anak Berdampak Serius pada Perkembangan Kognitif
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Klasemen Piala AFF 2026: Garuda Tempel Vietnam Usai Pesta Gol
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Mitchell Baker Ungkap Rasa Tak Percaya Usai Cetak Hattrick untuk Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB
Mainan Kucing Magikarp Pokémon Dijual Empat Kali Lipat di Pasar Sekunder
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Evolusi Delibird di Pokémon Diamond dan Pearl Muncul dari DVD Langka
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
S.T.A.L.K.E.R. 2 Cost of Hope Ungkap Jadwal Rilis dan Menuju Chernobyl
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Jim Carrey Beri Penghormatan Terakhir Usai Chuck Russell Meninggal
Selasa / 28-07-2026, 00:08 WIB
Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Makeup Praktis dan Nyaman Jadi Tuntutan Baru Gaya Hidup Perempuan Modern
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB







