Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 600 Orang, Konflik dan Pemotongan Bantuan Perparah Krisis
Wabah Ebola varian Bundibugyo yang langka telah menyebar cepat di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan meluas ke Uganda.
Data pemerintah per 8 Juli mencatat 1.759 kasus dan 600 kematian.
>>> 7 Game Penghasil Uang Terbaik 2026, Saldo Dana Gratis Bisa Cair
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika menyebut wabah ini sebagai yang tercepat pertumbuhannya untuk varian tersebut.
Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui untuk varian Bundibugyo.
Kasus dugaan telah meluas dari pusat awal di Provinsi Ituri ke Provinsi Tshopo dan Haut-Uélé. Situasi diperparah oleh konflik regional, berkurangnya bantuan internasional, dan serangan terhadap petugas kesehatan.
Konflik milisi memperebutkan sumber daya mineral di Ituri dan bentrokan dengan koalisi pemberontak M23 di Kivu Utara dan Selatan sangat membatasi akses kemanusiaan dan koordinasi medis.
Ladd Serwat, analis senior di kelompok pemantau konflik Acled, mengatakan tumpang tindih antara aktivitas militan, pengungsian penduduk, dan lemahnya kontrol negara dapat mempersulit upaya pengendalian wabah.
Penurunan tajam pendanaan kemanusiaan pada 2025, akibat pembekuan bantuan luar negeri Amerika Serikat, memaksa lebih dari 10 organisasi bantuan mengurangi skala atau menghentikan operasi.
>>> Cara Cek Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Tahun 2026
Carla Martinez, kepala DRC di Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB, mengatakan wabah Ebola adalah pengingat bahwa sistem kemanusiaan yang kekurangan dana menjadi lebih rentan terhadap keadaan darurat baru.
Martinez menjelaskan pemotongan anggaran sangat mengganggu jaringan pengawasan lokal dan sistem perawatan kesehatan, sehingga penanganan cepat krisis kesehatan baru menjadi jauh lebih sulit.
Tanpa sumber daya tambahan, respons kesehatan masyarakat dan operasi kemanusiaan yang lebih luas akan berada di bawah tekanan yang semakin besar, dengan konsekuensi serius bagi DRC dan kawasan yang lebih luas.
Ketidakpercayaan yang dipicu oleh misinformasi menyebabkan seringnya penolakan masyarakat, termasuk serangan terhadap 10 sukarelawan Palang Merah saat melakukan prosedur pemakaman yang aman di provinsi terdampak.
Alex Lock, juru bicara Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, mengatakan rekan yang tidak bisa bergerak berarti pengurangan langsung kapasitas respons.
Empat sukarelawan terluka, dua di antaranya harus diterbangkan ke Kinshasa.
>>> Cha Woo Min Cedera Saat Syuting Study Group 2, Dilarikan ke Rumah Sakit
Lock menambahkan hal ini menghambat efektivitas operasional dan tidak menguntungkan siapa pun, baik masyarakat yang membutuhkan maupun mereka yang bekerja tanpa lelah untuk mendukung pengendalian dan pemberantasan virus.
Update Terbaru
Pesta Gol Timnas Indonesia Berkat Aksi Impresif Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 01:22 WIB
Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Nissan Dayz Model Terbaru di Jepang Kini Semakin Aman Berkat Fitur Keselamatan
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Dua Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel, Ini Faktanya
Selasa / 28-07-2026, 01:14 WIB
Eksperimen Formasi John Herdman Saat Timnas Hadapi Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:09 WIB
Piala AFF 2026: Mitchell Baker Cetak Tiga Gol ke Gawang Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Dualisme Keraton Solo Picu Dua Perhelatan Sekaten Berbeda
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Mandalika Racing Series 2026 Putaran Ketiga Lahirkan Calon Juara Dunia
Selasa / 28-07-2026, 01:00 WIB
Skuad Garuda Bungkam Kamboja 5-1 Lewat Hattrick Debut Bersejarah
Selasa / 28-07-2026, 00:51 WIB
Nasabah Terima Voucher Haji Rp245 Juta dari Bank Mega Syariah
Selasa / 28-07-2026, 00:50 WIB
Aksi Heroik Warga Gagalkan Penusukan Tiga Wanita oleh Pria di Paris
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Stunting pada Anak Berdampak Serius pada Perkembangan Kognitif
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Klasemen Piala AFF 2026: Garuda Tempel Vietnam Usai Pesta Gol
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Mitchell Baker Ungkap Rasa Tak Percaya Usai Cetak Hattrick untuk Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB







