Ia mengatakan kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan Perum Bulog sebagai offtaker diharapkan mampu memperkuat ekosistem pengembangan jagung rakyat.

Kerja sama tersebut juga diharapkan meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola usaha pertanian, memperbaiki pengelolaan arus kas, serta memberikan kepastian penyerapan hasil panen.

Sebagai bagian dari program, para petani memperoleh edukasi mengenai akses pembiayaan, pengelolaan keuangan, pelindungan konsumen, mitigasi risiko usaha tani, asuransi pertanian, dan program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Materi tersebut disampaikan oleh narasumber dari OJK Provinsi Sumatera Utara, Bank Sumut, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), dan BPJS Ketenagakerjaan.

Melalui edukasi tersebut, petani diharapkan semakin memahami pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal, mampu mengelola keuangan usaha dengan lebih baik, serta memperkuat mitigasi risiko.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama SEJAGAT diharapkan menjadi fondasi bagi ekosistem pengembangan jagung yang terintegrasi.

Kolaborasi ini melibatkan pemerintah daerah, petani, sektor jasa keuangan, Perum Bulog, dan pemangku kepentingan lainnya.

>>> Said Iqbal Akan Temui Bahlil Bahas Harga LNG US$13 per MMBTU untuk Seluruh RI

OJK berharap ketahanan pangan semakin kuat, kepastian pasar bagi petani meningkat, akses pembiayaan sektor produktif semakin luas, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Tapanuli Utara dapat terus terwujud.