Pemerintah Kota Surabaya berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026.

Langkah ini diambil untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi sekaligus mengejar target cakupan BIAS sebesar 90 persen tahun ini.

>>> Kata-kata Didier Deschamps ke Kylian Mbappe Bawa Prancis Mulus Hampir ke Final Piala Dunia 2026

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan advokasi dan koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi keagamaan, hingga tokoh masyarakat.

Forum ini menjadi momentum menyatukan strategi untuk memperluas jangkauan imunisasi, terutama di wilayah dengan tingkat partisipasi yang masih rendah.

Melalui keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, Pemkot Surabaya optimistis BIAS 2026 dapat meningkatkan perlindungan anak dari berbagai Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), sekaligus menekan risiko Kejadian Luar Biasa (KLB).

Target dan Strategi Pencapaian

Asisten Bidang Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin, mengatakan capaian BIAS Kota Surabaya pada 2025 berada di angka 85 persen.

Tahun ini, pemerintah menargetkan peningkatan menjadi 90 persen melalui penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Target tahun ini harus lebih baik.

Tahun lalu cakupan BIAS mencapai 85 persen, sedangkan tahun ini kami menargetkan meningkat menjadi 90 persen melalui penguatan kolaborasi seluruh pihak,” kata Anna, Rabu (1/7/2026).

Menurut Anna, keberhasilan program imunisasi tidak dapat hanya mengandalkan Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun puskesmas.

Dukungan Dinas Pendidikan (Dispendik), Kementerian Agama, sekolah, pondok pesantren, perangkat wilayah, organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh agama menjadi faktor penting dalam meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap imunisasi.

Ia menilai Surabaya memiliki posisi strategis sebagai daerah percontohan pelaksanaan BIAS.