Myanmar Larang Utusan ASEAN Temui Aung San Suu Kyi Jelang KTT
Junta militer Myanmar menolak permintaan utusan khusus ASEAN untuk bertemu dengan pemimpin de facto yang dikudeta, Aung San Suu Kyi, pada Selasa (30/6).
Juru bicara Kantor Presiden Myanmar, Khaing Khaing Soe, mengatakan Suu Kyi tidak bisa ditemui karena masih menjadi tahanan rumah dan sedang menjalani hukuman.
>>> Tarif Listrik Singapura Naik 17 Persen Akibat Konflik Timur Tengah
"Aung San Suu Kyi telah diproses sesuai hukum dan sedang menjalani hukuman.
Karena itu, ia tidak diizinkan bertemu dengan perwakilan internasional," ujar Khaing Khaing Soe kepada wartawan di Naypyidaw.
Latar Belakang Kudeta dan Tahanan Rumah
Myanmar terjerumus ke dalam perang saudara setelah militer melancarkan kudeta pada 2021 yang menggulingkan Aung San Suu Kyi.
Setelah lima tahun pemerintahan militer, pemimpin junta Min Aung Hlaing tahun ini melepaskan jabatannya sebagai panglima angkatan bersenjata untuk menjabat sebagai presiden usai pemilu yang sangat dibatasi dan tidak mengikutsertakan partai Suu Kyi.
Pada akhir April, Min Aung Hlaing mengumumkan bahwa Suu Kyi, yang kini berusia 81 tahun, akan dipindahkan ke tahanan rumah.
Namun, para analis menilai langkah tersebut sekadar isyarat simbolis untuk memperbaiki citra pemerintahannya yang tetap represif.
Suu Kyi telah lama menghilang dari ruang publik dan tengah menjalani hukuman penjara dengan durasi yang tidak dijelaskan secara pasti atas berbagai dakwaan yang menurut kelompok hak asasi manusia merupakan tuduhan yang direkayasa.
>>> Paraguay Deklarasikan Libur Nasional usai Kalahkan Jerman di Piala Dunia 2026
"Baru setelah masa hukumannya selesai, kemungkinan ia bisa memperoleh izin," kata Khaing Khaing Soe dalam konferensi pers pertama Kantor Presiden sejak pemilu digelar.
Update Terbaru
Baca Online Nano Machine Chapter 318 Hari Ini, Cek Jam Rilisnya
Rabu / 01-07-2026, 08:00 WIB
GAIKINDO Apresiasi Dukungan Pemerintah, Usul Insentif untuk Semua Jenis Kendaraan
Rabu / 01-07-2026, 07:55 WIB
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis untuk Ratusan Anak Prasejahtera
Rabu / 01-07-2026, 07:55 WIB
Mark Hamill Akui Tak Paham Twisted Metal, Tapi Nikmati Peran Paus New York
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Perwakilan Serikat Pekerja Rockstar: Bos GTA 6 Mampu Penuhi Tuntutan Karyawan
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Blake Lively dan Ryan Reynolds Berjuang Pertahankan Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Tekanan Publik
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Presiden Paraguay Tetapkan Hari Libur Nasional Usai Kalahkan Jerman di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Rp809 Miliar, Harta Tak Cukup
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Cara Cek Daftar Penerima Bantuan PKH, BPNT, PIP, dan KIP Kuliah Cair Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
Pajak JHT 5 Persen Picu Penolakan Buruh, KSPSI Desak Pemerintah Cabut Kebijakan
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
MK Tolak Gugatan Mahasiswa, Pilkada Langsung Tetap Berlaku
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
Taylor Sheridan Ungkap Alasan Tinggalkan Dunia Akting di Acara Howard Stern
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB
Pasangan Hollywood Hadapi Sorotan Publik Akibat Dugaan Keretakan Rumah Tangga
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB
Ian Poulter Incar Terobosan Major di U.S. Senior Open
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB






