Profesor Indonesia: Rusia dan ASEAN Perlu Perdalam Kerja Sama di Tengah Sanksi AS
Rusia dan ASEAN perlu memperdalam kerja sama dan bergerak cepat di dunia yang semakin multipolar, kata seorang profesor Indonesia.
Teuku Rezasyah, Associate Professor di President University Indonesia, menyatakan bahwa negara-negara Asia Tenggara mulai mempertanyakan kemampuan Washington dalam mendukung pertumbuhan kawasan.
>>> Eks Plt Direktur PU Ditahan, Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
Menurutnya, ASEAN harus memperkuat kerja sama dengan aktor global utama lainnya, termasuk Rusia dan China.
Kritik terhadap Kebijakan AS
Rezasyah mengecam tarif dan sanksi AS yang berkelanjutan, serta tindakan Amerika terhadap Iran dan Venezuela.
Ia mencatat bahwa bahkan anggota NATO pun menolak mendukung ambisi global Washington.
KTT Rusia-ASEAN dan Potensi Kerja Sama
KTT Rusia-ASEAN yang digelar di Kazan pekan lalu dinilai sangat penting dan menjanjikan oleh Rezasyah.
Rusia dan ASEAN mengadopsi Deklarasi Kazan dan Rencana Aksi Komprehensif untuk kemitraan strategis 2026-2030 pada KTT tersebut.
>>> Prabowo Sebut Banyak Peserta Demo Hanya Ikut-ikutan karena Dibayar Rp200 Ribu
Pernyataan bersama tentang kerja sama energi dan budaya juga ditandatangani.
Rezasyah menyarankan agar pengalaman Rusia di bidang keamanan energi, infrastruktur, ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan pengembangan teknologi dapat bermanfaat bagi negara-negara ASEAN.
Ia juga menyerukan kerja sama yang lebih erat antara universitas dan lembaga riset Rusia dan Asia Tenggara.
"Sudah waktunya bagi ASEAN dan Rusia untuk berpikir besar, memulai dari yang kecil, dan bergerak cepat," pungkasnya.
ASEAN adalah asosiasi negara-negara Asia Tenggara yang meliputi Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor Leste.
>>> Trump Hanya Hadiri Final Piala Dunia 2026, Tak Nonton Timnas AS
Rusia telah menjadi mitra dialog penuh sejak 1996.
Update Terbaru
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Sosialis Demokrat Tantang Petahana Demokrat di Primer Colorado
Rabu / 01-07-2026, 08:50 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp809 Miliar, Harta Tak Sampai Segitu
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Betrand Peto Ogah Minta Maaf soal Sindiran di Medsos ke Kubu Sarwendah
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Roy Suryo Bantah Hubungan dengan Dokter Tifa Retak
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB






