Potensi Kabut Asap Parah Hantui ASEAN, Singapura dan Indonesia Waspada
Potensi kabut asap parah mengancam Asia Tenggara, khususnya Singapura dan Indonesia, pada paruh kedua tahun ini.
Fenomena El Nino dan peningkatan deforestasi yang dipicu permintaan biofuel menjadi pemicu utama.
>>> Bareskrim Polri Tahan Dirut PT MMS Terkait Kasus Ekspor Sawit
Singapore Institute of International Affairs (SIIA) dalam laporannya menyebut El Nino diperkirakan menciptakan musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kuat.
Ini adalah kali kedua lembaga think-tank tersebut mengeluarkan peringatan merah.
Para ilmuwan memperkirakan siklus ini bisa menjadi El Nino super, menjadikan 2026 dan 2027 sebagai tahun-tahun yang sangat panas.
Fenomena Indian Ocean Dipole positif juga diperkirakan berkembang pada Juli dan Agustus.
Menurut Badan Lingkungan Nasional dan ahli meteorologi Singapura, El Nino dan potensi Indian Ocean Dipole positif dapat memperpanjang dan mengintensifkan musim kemarau.
Kondisi El Nino sudah ada dan diperkirakan menguat dari Agustus hingga September.
>>> Jadwal Libur Sekolah Semester Genap 2026, Cek Tanggalnya!
Kondisi lebih panas dan kering membuat vegetasi, lahan gambut, dan perkebunan lebih mudah terbakar. Kebakaran yang dimulai dari pembukaan lahan dan pembakaran sampah dapat menyebar lebih cepat.
Meski cuaca memperburuk kebakaran, akar penyebabnya adalah pengelolaan lahan pertanian, kesiapan menghadapi kebakaran, dan komitmen politik mencegah kabut asap lintas batas.
"Kabut asap bukan hanya masalah lingkungan," kata Simon Tay, ketua SIIA.
Tahun 2026 akan menjadi musim kemarau berisiko tinggi pertama yang dihadapi pemerintahan Prabowo di Indonesia.
Pada 2025, Prabowo meluncurkan unit antarlembaga baru untuk respons kebakaran, yang diaktifkan kembali pada pertengahan Juni 2026.
>>> 5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA di 2026, Mau Coba?
Laporan SIIA mencatat bahwa pemerintah, perusahaan, dan masyarakat akan diuji secara signifikan dalam pencegahan kebakaran dan pengelolaan lahan di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan anggaran.
Update Terbaru
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Sosialis Demokrat Tantang Petahana Demokrat di Primer Colorado
Rabu / 01-07-2026, 08:50 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp809 Miliar, Harta Tak Sampai Segitu
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Betrand Peto Ogah Minta Maaf soal Sindiran di Medsos ke Kubu Sarwendah
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Roy Suryo Bantah Hubungan dengan Dokter Tifa Retak
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB






