Filsuf politik Rocky Gerung melontarkan kritik tajam terhadap mantan Ketua BEM, Tiyo Ardianto. Ia menilai Tiyo keliru dalam melakukan abstraksi politik saat menyampaikan kritik kepada pemerintah.

"Bodoh dia, saya bilang. Padahal konteksnya saya bilang (waktu) di UI itu, Tiyo, naikkan oktafmu.

>>> Nagelsmann Kecewa Gol Jonathan Tah Dianulir saat Jerman vs Paraguay

Tapi apa yang dia bikin? Prabowo dijadiin kucing," ujar Rocky dalam sebuah forum.

Menurut Rocky, tindakan Tiyo menurunkan kualitas kritik. Kritik yang seharusnya dibangun di atas argumentasi intelektual berubah menjadi aksi simbolik tanpa substansi.

Rocky menilai penggambaran tokoh politik sebagai kucing bukanlah bentuk peningkatan kualitas kritik.

Ia menegaskan bahwa Tiyo memiliki semangat menyampaikan kritik dan mendapat respons positif publik, namun tidak dibarengi gagasan dan landasan ideologis yang kuat.

"Itu bukan naik oktaf, itu turun oktaf. Orang tepuk tangan, posisinya betul.

>>> Aturan Baru Pajak: Legitimasi Keberpihakan terhadap UMKM

Tetapi ketiadaan pikiran, ketiadaan gagasan, ketiadaan ideologi membuat orang jadi sarkas, slapstick. Bukan itu bunyi pikiran intelektual," tegas Rocky.

Rocky juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat dilaporkan ke kepolisian karena dituding menghasut Tiyo.

Ia kemudian membandingkan kasus tersebut dengan kritiknya kepada mantan Presiden Joko Widodo menggunakan istilah "bajingan tolol".

Menurut Rocky, pernyataan itu bukan sekadar sarkasme, melainkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. "Saya bisa pertanggungjawabkan ucapan saya secara akademis, secara sistematis.

>>> MK Tolak Gugatan Mutasi PNS Minimal 10 Tahun, Ini Alasannya

Karena Jokowi bikin Omnibus Law, ketololannya ada di situ," ujarnya.