Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan pemerintah akan membangun 100 gudang baru pada 2027.

Langkah ini diambil menyusul melonjaknya stok beras nasional yang kini mencapai 5,4 juta ton.

>>> Adik dr. Icha Diwisuda Jadi Dokter di Tengah Duka Keluarga

Rizal menjelaskan bahwa kondisi gudang milik Bulog maupun gudang sewa saat ini sudah penuh. "Ditargetkan di tahun 2026 ini kami dianggarkan (untuk membangun) 100 gudang.

Insyaallah dari penyampaian Bapak Presiden (Prabowo Subianto) akan didukung lagi kembali di tahun 2027 adalah 100 gudang lagi," ujarnya dalam konferensi pers di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta, Senin (29/6).

Tingginya stok beras merupakan dampak dari peningkatan produksi pangan nasional dan serapan gabah oleh Bulog.

Hingga 29 Juni 2026, Bulog telah menyerap lebih dari 3,2 juta ton beras atau sekitar 80 persen dari target pengadaan 4 juta ton tahun ini.

Rizal menyebut stok beras yang dikuasai Bulog saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. "Untuk stok Bulog sampai dengan hari ini sudah mencapai 5,4 juta ton.

Ini membanggakan, stok tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka dan serapan tertinggi sepanjang Indonesia merdeka," katanya.

Bulog memproyeksikan total serapan beras dapat melampaui target awal, mencapai 4,5 hingga 5 juta ton hingga akhir tahun.

Hal ini didorong oleh produksi gabah nasional yang diperkirakan mencapai hampir 36 juta ton pada tahun ini.

>>> Tebak Supermodel Seksi dalam Selfie NSFW Ini

Rencana Pembangunan Gudang dan Teknologi Baru

Kementerian Keuangan telah menyetujui anggaran sekitar Rp5 triliun untuk pembangunan 100 gudang baru Bulog di 2026. Gudang-gudang tersebut akan dibangun di berbagai wilayah Indonesia untuk menambah kapasitas penyimpanan.