Karyawan Quantic Dream Mogok Kerja, Tolak PHK 115 Orang dan Selamatkan Star Wars Eclipse
Pengembang yang mengerjakan Star Wars: Eclipse dari Quantic Dream melakukan aksi mogok kerja.
Aksi ini bertujuan untuk menyelamatkan game tersebut dan menghentikan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 115 pekerja.
>>> Analis: Harga Game Akan Naik Usai GTA 6, Tapi Hanya Game Terpopuler yang Bertahan
Sebelumnya, studio asal Prancis yang dikenal lewat Heavy Rain, Beyond: Two Souls, dan Detroit: Become Human itu sempat merilis game multiplayer kompetitif Spellcasters Chronicles ke early access.
Namun, game tersebut ditutup dan ditinggalkan beberapa minggu kemudian. Quantic Dream pun menyatakan akan melakukan reorganisasi.
Menurut laporan GameKult, para pengembang kini mogok untuk mencegah manajemen memecat 115 orang. Aksi ini bertepatan dengan kunjungan Lucasfilm, studio di balik waralaba Star Wars.
Beberapa peserta mogok mengatakan mereka juga berusaha menyelamatkan produksi Star Wars: Eclipse yang goyah.
Mereka mengklaim game tersebut tidak dapat diselesaikan tanpa 115 karyawan yang terancam dipecat. "Ini jauh dari tindakan sabotase," kata seorang pekerja yang mogok, dikutip Eurogamer.
>>> FIFA Tetapkan Aturan Perpanjangan Waktu untuk Fase Gugur Piala Dunia 2026
"Sebaliknya, kami mencoba menyelamatkan Star Wars Eclipse. Kami bisa merilisnya dengan tambahan 115 orang, dan itu bukan 'kelebihan staf': itulah yang dibutuhkan.
Kami kekurangan staf, seperti di banyak perusahaan lain di sektor ini."
Pekerja lain mengatakan pengembangan Star Wars: Eclipse kemungkinan tidak akan selesai jika rencana PHK berjalan. Ia juga mengungkapkan bahwa lembur sudah dimulai setelah rencana PHK diumumkan.
"Kami benar-benar membutuhkan 115 orang yang sudah tidak aktif (atau hampir) selama sebulan. Itu sudah satu bulan produksi yang hilang."
Star Wars: Eclipse pertama kali diungkap pada 2021 dan sejak itu jarang terlihat.
>>> Gol Stephen Eustaquio Bawa Kanada ke 16 Besar Piala Dunia
Quantic Dream beberapa kali mengatakan proyek ini "sangat berbeda" dari game bercabang pilihan yang menjadi ciri khas studio selama ini.
Update Terbaru
MA AS Tolak Perintah Trump Akhiri Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran
Rabu / 01-07-2026, 09:36 WIB
Manuel Neuer Pensiun dari Timnas Jerman Usai Tersingkir di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun soal KLB dan Wabah di UU Kesehatan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Digitalisasi Desa Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Teknologi Buka Peluang Usaha
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Norwegia Kalahkan Pantai Gading 2-1, Haaland Jadi Kunci Kemenangan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Celine Evangelista Ajari Putrinya Salat, Warganet Soroti Status Mualaf Sang Anak
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
4 Zodiak Paling Beruntung pada 1 Juli 2026, Hoki Menanti di Awal Bulan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Perempuan Disabilitas Berdaya: Karya dari Daerah Tembus Panggung Jakarta
Rabu / 01-07-2026, 09:34 WIB
Aturan Minum Magnesium yang Benar agar Tak Mudah Stres dan Tidur Nyenyak di Usia 30-an
Rabu / 01-07-2026, 09:34 WIB
Psikolog Ungkap Alasan Remaja Sering Membantah, Bisa Jadi Tanda Positif
Rabu / 01-07-2026, 09:10 WIB
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB






