5 Makanan dan Olahraga untuk Cegah Pikun
Risiko pikun atau penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia dapat ditekan melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik yang tepat.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kombinasi makanan bergizi dan olahraga rutin berperan penting dalam menjaga kesehatan otak serta mengurangi risiko demensia dan Alzheimer.
>>> Drama China Never Ending Summer Pertemukan Zhou Keyu dan Bao Shang En
Nutrisi dalam makanan tertentu membantu mengurangi peradangan, melindungi sel saraf dari kerusakan oksidatif, serta mendukung kesehatan pembuluh darah yang memasok oksigen ke otak.
Makanan Pencegah Pikun
Buah beri kaya flavonoid yang dapat membantu mencegah pikun.
Studi pada perempuan yang mengonsumsi dua porsi atau lebih buah beri per minggu menunjukkan pengurangan penurunan memori hingga 2,5 tahun.
Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan kangkung mengandung vitamin K, folat, dan beta karoten yang memperlambat penurunan fungsi kognitif.
Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan tuna kaya omega-3 yang penting untuk kesehatan otak. Disarankan mengonsumsinya setidaknya dua kali seminggu.
Kacang-kacangan mengandung protein dan lemak sehat. Protein membantu neuron otak melalui asam amino, menjaga fungsi otak, dan memperkuat daya ingat.
>>> Khutbah Jumat 26 Juni 2026: Tahun Baru Islam Ajak Umat Muhasabah dan Memperbaiki Amal
Dark chocolate memiliki antioksidan tinggi yang melindungi dari radikal bebas, membantu fungsi kognitif, dan mengurangi potensi Alzheimer.
Olahraga untuk Kesehatan Otak
Olahraga juga penting dalam menjaga daya ingat.
Dokter ahli umur panjang Dr. Avinish Reddy menyarankan olahraga raket seperti tenis dan pickleball karena melatih koordinasi tangan dan mata.
Koordinasi tangan-mata menurun seiring usia, terutama setelah 60 tahun tanpa olahraga atau nutrisi yang memadai. Olahraga raket seperti tenis dan pingpong dapat meningkatkan koordinasi tersebut.
Terapis okupasi Jennifer Packard menjelaskan bahwa kecepatan bola dalam olahraga raket menantang otak untuk mengendalikan tangan dan lengan, baik di area yang terlihat maupun tidak.
Olahraga beregu juga membantu tetap aktif dan meningkatkan koneksi sosial. Penelitian menunjukkan bertemu orang baru dan menjaga hubungan pribadi dapat meningkatkan kebahagiaan dan peluang hidup lebih lama.
Update Terbaru
Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp2,625 Juta per Gram
Rabu / 01-07-2026, 12:00 WIB
Inggris Investasi Rp 7,2 Triliun untuk Gantikan Jet Red Arrows yang Menua
Rabu / 01-07-2026, 11:57 WIB
Hasil Piala Dunia: Meksiko Kalahkan Ekuador 2-0, Lolos ke 16 Besar
Rabu / 01-07-2026, 11:57 WIB
Bupati Bangkalan Minta Kematian Sekdin di Bandara Juanda Diusut Tuntas
Rabu / 01-07-2026, 11:57 WIB
KPK: Ketum Pemuda Pancasila Diduga Kuasai Aset Hasil Korupsi Rita Widyasari
Rabu / 01-07-2026, 11:56 WIB
Daftar 7 Tim Negara Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:56 WIB
Prabowo Klaim Dapur MBG Polri Terbaik, Netizen: Kamu Diketawain Negara Lain
Rabu / 01-07-2026, 11:56 WIB
Giorgio Antonio Minta Netizen Hentikan Hujatan terhadap Sarwendah, Siap Jadi Sasaran Kritik
Rabu / 01-07-2026, 11:56 WIB
Pemadaman Listrik Ikut Tekan Kinerja Industri Manufaktur pada Juni 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:56 WIB
Google Uji Coba Gmail Live untuk Android dan iOS, Ini Fungsinya
Rabu / 01-07-2026, 11:55 WIB
Warga 16 Negara Ini Bisa Masuk Indonesia Tanpa Visa, Termasuk Kamboja
Rabu / 01-07-2026, 11:55 WIB
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun, Hotman Paris: Saya Sudah Peringatkan
Rabu / 01-07-2026, 11:55 WIB
Inggris Tutup 20 Hotel Suaka Lagi, Alihkan Migran ke Fasilitas Bekas Militer
Rabu / 01-07-2026, 11:50 WIB






