Pemerintah Inggris mengumumkan investasi sebesar 360 juta poundsterling pada Selasa, 30 Juni 2026, untuk mengembangkan sistem jet trainer baru.

Dana ini akan digunakan untuk menyediakan pesawat baru bagi tim aerobatik Red Arrows yang sudah lama menggunakan Hawk.

>>> Hasil Piala Dunia: Meksiko Kalahkan Ekuador 2-0, Lolos ke 16 Besar

Pendanaan tersebut merupakan bagian dari peningkatan belanja militer sebesar 15 miliar pound yang tertuang dalam Rencana Investasi Pertahanan (DIP).

Komitmen ini bertujuan untuk merekapitalisasi sistem pelatihan jet guna mendukung pelatihan berdaulat dan internasional dengan keterlibatan industri Inggris yang signifikan.

Red Arrows telah menerbangkan Hawk T1 sejak 1979. Untuk memperpanjang umur pesawat yang tersisa, formasi pertunjukan mereka baru-baru ini dikurangi dari sembilan menjadi tujuh jet.

Sistem pelatihan yang lebih luas juga menghadapi tantangan. Armada Hawk T2 yang lebih baru di RAF Valley mengalami masalah keandalan mesin yang membatasi ketersediaan pesawat.

Kompetisi formal akan menentukan pesawat pengganti. Calon potensial termasuk Boeing dan Saab T-7A Red Hawk, Leonardo M-346, serta Korean T-50.

Mantan pilot Red Arrows, Andy Wyatt, menyambut baik pengumuman ini. Menurutnya, hal itu memberikan kejelasan bagi proses pengadaan yang sudah lama ditunggu.

"Ini memberikan kepastian yang sangat dibutuhkan bahwa proses penggantian pesawat Hawk akhirnya bergerak maju," ujar Wyatt.

Wyatt berharap proses seleksi akan menekankan kemampuan manufaktur dalam negeri dan melindungi lapangan kerja di sektor kedirgantaraan Inggris.

>>> Bupati Bangkalan Minta Kematian Sekdin di Bandara Juanda Diusut Tuntas

"Pesawat yang dipilih harus memenuhi persyaratan operasional RAF, tetapi saya berharap bobot yang sama akan diberikan untuk mendukung teknik Inggris, melindungi pekerjaan berketerampilan tinggi, dan mempertahankan kemampuan kedirgantaraan berdaulat," katanya.