Vasektomi masih kerap dipandang negatif oleh sebagian masyarakat. Banyak yang menganggap prosedur kontrasepsi pria ini sama dengan kebiri, menyebabkan impotensi, atau menghilangkan kemampuan seksual.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menegaskan anggapan tersebut hanyalah mitos. Menurut BKKBN, vasektomi tidak memengaruhi fungsi seksual pria, mulai dari libido hingga kemampuan ejakulasi.

>>> Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin di Hanoi hingga 2028

Prosedur Vasektomi dan Efeknya

Direktur Bina Akses Pelayanan Keluarga Berencana (KB), Fajar Firdawati, menyampaikan masih banyak kesalahpahaman beredar mengenai vasektomi. Edukasi kepada masyarakat menjadi penting untuk meluruskan mitos.

"Di masyarakat, mungkin tidak hanya di desa, di perkotaan pun masih menganggap vasektomi itu sama dengan kebiri.

Itu juga menjadi salah satu tantangan kita," kata Firda dalam Media Briefing, Selasa (30/6).

Pada prosedur vasektomi, dokter hanya memotong dan mengikat saluran sperma atau vas deferens. Testis tetap memproduksi sperma dan hormon testosteron seperti biasa.

"Kalau vasektomi itu hanya salurannya saja yang diikat kemudian dipotong.

Supaya sperma yang diproduksi di testis tidak keluar pada saat ejakulasi karena salurannya sudah kita ikat dan kita potong," ujarnya.

Firda menambahkan, sperma tetap diproduksi setelah vasektomi. Namun, sperma tersebut akan diserap kembali oleh tubuh karena jalurnya menuju cairan ejakulasi telah diputus.

"Dia tetap berproduksi setiap 74 hari sekali, tapi kemudian dia akan diserap kembali oleh tubuh," jelas Firda.

Tidak Langsung Efektif Setelah Tindakan

Salah satu hal yang sering disalahpahami adalah anggapan vasektomi langsung efektif sesaat setelah tindakan.

Pria yang baru menjalani vasektomi masih harus menunggu sekitar tiga bulan hingga prosedur tersebut benar-benar dinyatakan berhasil.