Selama masa tunggu, pasangan tetap dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi lain, seperti kondom. "Dia memang harus menunggu dulu tiga bulan.

Tidak boleh langsung habis vasektomi langsung bisa berhubungan. Dia juga tidak boleh ejakulasi selama tiga hari pascatindakan," ujar Firda.

Setelah masa pemulihan awal, pria juga dianjurkan melakukan sekitar 20 kali ejakulasi selama tiga bulan pertama.

>>> Inggris Siapkan Adu Penalti Hadapi RD Kongo di Piala Dunia 2026

Langkah ini diperlukan karena masih ada sperma yang tersisa pada bagian saluran di atas lokasi pemotongan.

"Sperma-sperma yang di saluran atas ini masih ada, sehingga harus dilindungi dulu dengan pakai kontrasepsi kondom selama tiga bulan," ucap Firda.

Tetap Bisa Ereksi dan Ejakulasi

Firda menegaskan vasektomi tidak memengaruhi hormon testosteron sehingga fungsi seksual pria tetap berjalan normal. "Apakah mengganggu fungsi seksual?

Tidak. Hormonnya tidak dipengaruhi, jadi tetap berfungsi seperti biasa," ujarnya.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa pria yang menjalani vasektomi tidak lagi dapat mengeluarkan cairan mani saat ejakulasi.

Lebih dari 95 persen cairan ejakulasi diproduksi oleh organ lain di luar testis.

"Mereka tetap mengeluarkan cairan ejakulasi, tapi dia tidak mengandung sperma ketika sudah lebih dari tiga bulan pascavasektomi," jelas Firda.

Vasektomi juga tidak menimbulkan masalah pada libido dan tidak menyebabkan disfungsi ereksi.

Meski demikian, Firda mengingatkan vasektomi merupakan metode kontrasepsi mantap yang diperuntukkan bagi pasangan yang sudah yakin tidak ingin menambah anak.

"Vasektomi adalah salah satu pilihan kontrasepsi mantap buat mereka yang menganggap sudah cukup anaknya," ucapnya.

Secara medis, saluran sperma dapat disambung kembali melalui prosedur rekanalisasi.

Namun, menurut Firda, tindakan tersebut tidak menjadi bagian dari edukasi rutin karena biayanya mahal dan peluang kehamilan dipengaruhi banyak faktor, termasuk lamanya seseorang menjalani vasektomi.

>>> Daftar Wilayah Masuk Puncak Musim Kemarau Juli 2026, Waspada Dampaknya

"Memang bisa untuk direkanalisasi, bisa untuk disambung kembali, tapi kami tidak menyosialisasikan vasektomi sebagai metode yang kemudian bisa dikembalikan untuk disambung kembali," tuturnya.