Google dilaporkan tengah menguji coba Gmail Live, fitur baru berbasis AI Gemini yang memungkinkan pengguna mencari email di inbox menggunakan perintah suara tanpa perlu mengetik.

Fitur ini mulai digulirkan secara terbatas untuk sebagian kecil pengguna Android dan iOS pekan ini.

>>> Warga 16 Negara Ini Bisa Masuk Indonesia Tanpa Visa, Termasuk Kamboja

Gmail Live pertama kali diumumkan pada ajang Google I/O 2026 yang berlangsung bulan lalu. Kini versi stabilnya semakin dekat.

Menurut laporan Digital Trends, fitur ini akan memunculkan ikon kecil berbentuk mikrofon di kolom pencarian Gmail.

Saat ikon diketuk, layar akan berubah penuh menampilkan antarmuka suara dengan rekomendasi pertanyaan otomatis.

Contoh pertanyaan yang muncul antara lain 'Bagaimana update pesanan terakhir saya?' atau 'Kapan jadwal liburan saya berikutnya?'

Ketika pengguna mulai berbicara, pinggiran layar akan memancarkan efek cahaya biru sambil menyalin ucapan menjadi teks secara real-time.

Setelah itu, Gmail Live akan memproses pertanyaan dan membacakannya keras-keras. Jawaban juga muncul di layar bersandingan dengan email aslinya, memudahkan pengecekan lebih detail.

Di bagian bawah layar terdapat dua tombol utama untuk mematikan mikrofon atau keluar dari mode Gmail Live dan kembali ke tampilan kotak masuk biasa.

>>> Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun, Hotman Paris: Saya Sudah Peringatkan

Gmail Live dijadwalkan meluncur resmi bagi pelanggan Gemini Advanced (AI Pro) Ultra setelah tahap uji coba selesai.

Ambisi Suara Google

Gmail Live merupakan bagian dari rangkaian fitur AI berbasis suara yang gencar dibawa Google ke sejumlah aplikasinya.

Sebelumnya, Gemini Live sudah meluncur lebih dulu.

Fitur ini memungkinkan percakapan dua arah secara natural dengan asisten AI Google, termasuk membuat pengingat atau menambahkan agenda ke kalender.

Google juga merilis Search Live pada Google Search (AI Mode) awal tahun ini.

Fitur tersebut menghadirkan interaksi suara serupa, memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan lanjutan dan menerima jawaban berbasis suara lengkap dengan tautan ke situs web terkait.

>>> Inggris Tutup 20 Hotel Suaka Lagi, Alihkan Migran ke Fasilitas Bekas Militer

Google juga dikabarkan berencana membawa fungsionalitas serupa ke Google Docs dan Google Keep untuk memperluas pendekatan berbasis suara dalam menyusun draf dokumen atau mencatat saat dalam perjalanan.