Kenali Sunset Anxiety dan Cara Tepat Mengatasi Gelisah di Sore Hari
Perasaan gelisah sering muncul di penghujung hari saat jam kerja perlahan berakhir. Kondisi psikologis ini dikenal dengan istilah sunset anxiety.
Meskipun bukan diagnosis medis resmi, rasa cemas ini bisa merusak suasana malam dan membuat pikiran terasa berat.
>>> Kanada Tahan Imbang Bosnia 1-1 di Laga Perdana Grup B Piala Dunia 2026
Bagi sebagian pekerja, akhir hari kerja membawa kelegaan. Namun bagi yang lain, momen ini justru memicu kepanikan.
Penyebab Sunset Anxiety
Menurut Neuropsikolog Sanam Hafeez, PsyD, sepanjang hari seseorang sibuk dengan rapat dan tugas. Saat semuanya melambat, otak mulai memproses hal-hal yang sebelumnya dikesampingkan.
Pikiran mengenai draf surel yang lupa dikirim atau laporan yang belum selesai bisa muncul seketika. Perubahan kadar kortisol saat sinar matahari memudar juga turut berperan.
Hilangnya ritme dan struktur kerja pada sore hari memicu kecemasan karena tidak ada lagi tujuan jelas seperti rapat.
Malam yang terbuka tanpa jadwal bisa terasa lebih menegangkan.
Cara Mengatasi Sunset Anxiety
Memindahkan pikiran yang ruwet ke atas kertas atau gawai dapat membebaskan ruang di kepala. Mencatat tugas memberikan sinyal pada otak untuk berhenti mengirimkan pengingat berupa rasa gelisah.
>>> Penjualan Mobil PHEV di Indonesia Turun 10 Persen pada Mei 2026
Membangun ritual akhir hari membantu menarik garis pembatas antara mode kerja dan waktu istirahat. Tanpa pembatas tersebut, keduanya akan menyatu dan otak tidak pernah benar-benar beristirahat.
Ritual ini bisa berupa menutup laptop, mengganti baju kerja dengan pakaian santai, menyeduh teh hangat, atau berjalan kaki sebentar.
Mencari udara segar dan cahaya alami di sore hari juga dianjurkan. Berjalan kaki 10 menit di sekitar perumahan pun bisa memberikan perubahan suasana hati.
Meluangkan waktu untuk aktivitas yang dinikmati seperti menonton serial favorit atau menelepon sahabat juga bisa menaikkan suasana hati dengan cepat.
Kesulitan menikmati waktu istirahat akibat sunset anxiety berdampak buruk pada kualitas tidur dan energi tubuh. Penelitian menunjukkan orang dengan kecemasan lebih rentan mengalami gejala panik menjelang malam.
>>> Alex Freeman, Putra Legenda NFL, Perkuat Timnas AS di Piala Dunia 2026
Jika kondisi ini rutin menyiksa, disarankan berkonsultasi dengan terapis profesional.
Update Terbaru
Apa Itu ByteDance? Perusahaan Induk TikTok yang Dikaitkan dengan Isu PHK Karyawan Tokopedia
Sabtu / 04-07-2026, 17:30 WIB
Pelatih Cape Verde Bangga Meski Gagal Kalahkan Argentina di Piala Dunia
Sabtu / 04-07-2026, 17:27 WIB
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate hingga 5 Juli
Sabtu / 04-07-2026, 17:27 WIB
KNEKS Dukung Rencana Sumbar Terbitkan Sukuk Daerah
Sabtu / 04-07-2026, 17:22 WIB
Petani Merauke Keluhkan Solar, Mentan Amran Langsung Telepon Pertamina
Sabtu / 04-07-2026, 17:22 WIB
Dua Pelanggaran Keras, Romero Bersih Kartu di Argentina vs Cape Verde
Sabtu / 04-07-2026, 17:22 WIB
KPK Evaluasi OTT Langkat dan Kuansing yang Diduga Bocor
Sabtu / 04-07-2026, 17:21 WIB
Indonesia Kirim Dubes untuk Beri Penghormatan ke Jenazah Ali Khamenei
Sabtu / 04-07-2026, 17:21 WIB
Putri Tanjung Pastikan JxB 2026 Ramah untuk Pria dan Keluarga
Sabtu / 04-07-2026, 17:21 WIB
Meta Klaim Model AI Terbaru Watermelon Mulai Dekati Kemampuan ChatGPT
Sabtu / 04-07-2026, 17:21 WIB
Pertamina Salurkan Paket Sekolah untuk Ratusan Anak di Banyuwangi
Sabtu / 04-07-2026, 17:21 WIB
Gagal di Piala Dunia 2026, Pemain Uruguay Pulang Naik Mobil Bak
Sabtu / 04-07-2026, 17:21 WIB
Merauke Jadi Lumbung Pangan, Amran Targetkan Nilai Produksi Rp13 Triliun
Sabtu / 04-07-2026, 17:21 WIB
HUT ke-80, BNI Hadirkan Ragam Promo untuk Nasabah
Sabtu / 04-07-2026, 17:17 WIB







