Penjualan Motor Listrik Nasional Melonjak Tajam Menjelang Pertengahan 2026
Untuk satu tahun ke depan, perusahaan menetapkan target penjualan 100 unit per bulan. Target ini setara dengan 1.000 hingga 1.200 unit motor listrik di Kota Padang.
Manajemen optimistis target tersebut dapat dicapai seiring penguatan ekosistem kendaraan listrik. Pemahaman masyarakat mengenai efisiensi biaya pemakaian juga terus meningkat.
>>> Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya Kedua di Asia, Geser Mukesh Ambani
Efisiensi Biaya Operasional Rumah Tangga
Kendaraan roda dua elektrik ini dirancang dengan kebutuhan daya pengisian baterai hanya 350 Watt. Spesifikasi tersebut memungkinkan pengguna melakukan pengisian daya langsung di rumah.
Biaya untuk menempuh jarak 100 kilometer diperkirakan hanya Rp3.000, atau sepersepuluh dari biaya pembelian bensin.
"Kalau pakai bensin bisa habis Rp500.000 sebulan, motor listrik cuma Rp50.000. Itu penghematan 90 persen," rincinya.
Selain efisiensi biaya operasional, ongkos perawatan berkala motor listrik juga rendah. Keunggulan ini membuat unit motor listrik baru maupun bekas mulai dilirik konsumen.
"Sekarang masyarakat sudah bisa menerima motor listrik second, itu indikator yang sangat positif.
Mereka juga mengantisipasi agar harga jual motor bensinnya tidak anjlok jika semua orang nanti serentak pindah," ujar Pius.
Kesiapan Infrastruktur Daya Listrik
Di tengah tren penguatan minat konsumen, produsen otomotif masih berhadapan dengan tantangan klasik. Ketersediaan infrastruktur pengisian daya di area publik kerap dipersepsikan sebagai syarat utama oleh calon pembeli.
Pius menegaskan bahwa pengisian daya di rumah dengan kapasitas rendah sebenarnya sudah mencukupi kebutuhan harian.
Dukungan pasokan listrik PLN yang stabil di kota besar dan menengah turut mengurangi kecemasan publik.
"Penetrasi motor listrik memang masih kecil, tetapi justru di situlah ruang pertumbuhan yang luar biasa.
>>> 3 Cara Mencegah Penumpukan Debu di Rumah Agar Tetap Bersih
Dengan semakin banyak yang paham, saya yakin dalam setahun ke depan akan terjadi pergeseran yang masif," tutup Pius.
Update Terbaru
Teknologi AI Bantu Kenali Kondisi Kulit Sebelum Beli Skincare
Jumat / 03-07-2026, 21:43 WIB
Tolak Jalur Damai, Kader PSI Beri 'Wejangan' untuk dr. Tifa
Jumat / 03-07-2026, 21:43 WIB
PSSI Segera Umumkan Skuad Timnas untuk ASEAN Cup, Vickery dan Baker Menunggu Keppres
Jumat / 03-07-2026, 21:43 WIB
KAI Gelar Kompetisi Desain Maskot untuk Bangun Aset Kekayaan Intelektual
Jumat / 03-07-2026, 21:42 WIB
Pertamina Rampungkan Penataan 31 Entitas, Perkuat Ketahanan Energi
Jumat / 03-07-2026, 21:42 WIB
Angelina Jolie 10 Tahun Jomblo, Belum Pernah Kencan Sejak Ceraikan Brad Pitt
Jumat / 03-07-2026, 21:42 WIB
Kenapa Harga Mobil Listrik Bekas Cepat Turun? Ini Penyebabnya
Jumat / 03-07-2026, 21:42 WIB
Redmi Pad 2 9.7 Resmi di Indonesia, Tablet 4G Harga Mulai Rp2,3 Jutaan
Jumat / 03-07-2026, 21:42 WIB
Dari Nonton Maradona di TV Desa, Kini Bubista Pimpin Cape Verde Lawan Argentina
Jumat / 03-07-2026, 20:49 WIB
Cara Dapat Penghasilan Tambahan 100 Ribu per Hari Lewat Aplikasi Resmi 2026
Jumat / 03-07-2026, 20:49 WIB
Daftar 10 Paspor Terkuat di Dunia 2026, Indonesia Peringkat 119
Jumat / 03-07-2026, 20:49 WIB
Ibu-ibu PNM Mekaar Jadi Wajah Perempuan Berdaya di Sensus Ekonomi 2026
Jumat / 03-07-2026, 20:49 WIB
PM Pakistan dan Menlu Afghanistan Melayat Jenazah Ali Khamenei
Jumat / 03-07-2026, 20:46 WIB
Pendaftaran Beta Tertutup Ketiga Monster Hunter Outlanders Dibuka, Uji Coba 7 Agustus
Jumat / 03-07-2026, 20:46 WIB






