PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur untuk mendukung implementasi biodiesel B50 yang direncanakan mulai berlaku awal Juli 2026.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan dari sisi infrastruktur, Pertamina telah siap menyalurkan B50 melalui jaringan distribusi yang ada.

>>> 5 Peserta Latsarmil Meninggal, Wamenhan Bela Pelatihan Militer untuk Koperasi

“Baik, untuk B50 kami dari Pertamina secara infrastruktur, ya, siap untuk menyalurkan.

Selanjutnya untuk pelaksanaan masih dikoordinasikan dengan pihak pemerintah di dalam proses penyaluran kami diberikan waktu 3 bulan di masa transisi untuk bisa melakukan perubahan dari B40 ke B50,” ujar Baron di Graha Pertamina, Jakarta, Kamis (2/6/2026).

Baron menambahkan, kendati seluruh infrastruktur dipastikan telah siap, implementasi kebijakan masih menunggu arahan pemerintah.

“Persiapannya sudah dilaksanakan semua dan nanti kita tunggu statement pemerintah ya,” katanya.

Kesiapan Distribusi dan Wilayah Prioritas

Terkait kesiapan distribusi, ia menyebut sejumlah wilayah telah disiapkan untuk mendukung implementasi awal, dengan Pulau Jawa menjadi area yang paling siap.

“Semua kesiapan sebenarnya di Pulau Jawa terutama yang paling siap sebenarnya ya, tapi ini nanti mungkin statement pemerintah yang akan bisa menyampaikan kapan akan dilaksanakan,” ujarnya.

>>> Diska Resha Kerja Apa? Suami Sarah Gibson Pernah Nyaleg dan Pimpin Perusahaan Konstruksi

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan penyaluran solar pada 1 Juli 2026 masih menggunakan biodiesel B40.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menerangkan penyaluran BBM akan dilakukan secara serentak setelah diluncurkan langsung oleh Presiden.

“B50 itu peresmiannya memang rencananya Juli, di awal Juli. Tapi kayaknya enggak tanggal satu nanti.

Di awal Juli ini, awal pekan ini, menunggu jadwal Presiden. Karena kan diresmikan langsung oleh Presiden rencananya,” ungkapnya di KESDM, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

B50 merupakan biodiesel dengan campuran 50% Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbahan baku minyak kelapa sawit dan 50% solar.

>>> Putra Gwyneth Paltrow Debut Jadi Model di Iklan Burberry

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati guna memperkuat ketahanan energi nasional.