Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto angkat bicara terkait kematian lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil).

Donny menegaskan bahwa pelatihan tersebut tidak bertujuan menjadikan peserta sebagai prajurit, melainkan membentuk karakter, kepemimpinan, dan kedisiplinan.

>>> Diska Resha Kerja Apa? Suami Sarah Gibson Pernah Nyaleg dan Pimpin Perusahaan Konstruksi

"Tidak bisa kita pungkiri, di dalam kemiliteran itu ada nilai-nilai sangat baik sekali untuk bisa membentuk karakter. Karena nanti di lapangan juga dibutuhkan manajer-manajer yang bagus," kata Donny.

Menurutnya, nilai-nilai bela negara seperti disiplin waktu, kerja sama, dan koordinasi menjadi bekal penting dalam mengelola organisasi.

Pelatihan karakter di pusat pendidikan TNI telah lama dimanfaatkan oleh berbagai kementerian dan perusahaan swasta.

Investigasi Kematian Peserta

Menanggapi meninggalnya lima peserta SPPI, Kementerian Pertahanan membentuk tim investigasi gabungan bersama Kementerian Kesehatan.

"Kami sudah membentuk tim investigasi gabungan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan.

>>> Putra Gwyneth Paltrow Debut Jadi Model di Iklan Burberry

Kami akan menindaklanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan kenapa kok bisa hal ini terjadi," ujar Donny.

Hasil investigasi akan menjadi bahan evaluasi pelaksanaan program latsarmil agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain menyelidiki kasus kematian, tim juga mendalami temuan gangguan paru-paru yang dialami sejumlah peserta di Satuan Pendidikan (Satdik) Halim.

Donny mengatakan dugaan sementara mengarah pada penularan penyakit di lingkungan pendidikan. Kemhan bersama Kemenkes telah mengambil langkah pencegahan untuk mengendalikan penyebaran penyakit.

>>> Kostum Nasional Agnes Rahajeng di Miss Supranational 2026 Bertema Dewi Sri

"Terkait dengan yang kejadian di Halim mengenai paru-paru, ini karena ada penularan di sana. Ini juga kami lakukan tindakan pencegahan bersama dengan Kementerian Kesehatan," pungkasnya.