Portugal vs Kroasia: Duel Lini Tengah Kelas Dunia di Piala Dunia 2026
Portugal akan berhadapan dengan Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Toronto, Kanada, Jumat (3/7) pukul 06.00 WIB.
Laga ini diprediksi berlangsung sengit meski banyak pihak lebih mengunggulkan Portugal.
>>> 10 Cara Hemat Kuota Internet HP Agar Tak Cepat Habis
Performa Portugal Belum Maksimal
Portugal datang sebagai tim unggulan dengan skuad penuh bintang seperti Joao Neves, Nuno Mendes, Vitinha, dan Bruno Fernandes.
Namun, perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 belum mulus. Portugal ditahan RD Kongo 1-1 dan bermain imbang 0-0 melawan Kolombia.
Satu-satunya kemenangan diraih saat melawan Uzbekistan, namun hasil itu sulit dijadikan patokan karena ketimpangan kekuatan.
Ketajaman Portugal masih bergantung pada Cristiano Ronaldo. Saat ia buntu, pemain lain juga kesulitan mencetak gol.
Kroasia dengan Regenerasi Lambat
Kroasia bukan lawan sembarangan. Mereka menjadi runner-up Piala Dunia 2018 dan peringkat ketiga pada 2022.
Namun, Kroasia menghadapi masalah regenerasi.
Pemain veteran seperti Luka Modric (40 tahun), Ivan Perisic (37 tahun), dan Andrej Kramaric (35 tahun) masih menjadi andalan.
>>> Rumah Sakit di Jersey Gunakan Oura Ring untuk Deteksi Penyakit Jantung Tersembunyi
Martin Baturina dan Luka Sucic menjadi tenaga muda potensial yang mulai dipercaya.
Lini tengah Kroasia yang diisi Modric dan Mateo Kovacic tetap menjadi denyut nadi permainan.
Kroasia juga memiliki Martin Baturina dan Petar Musa yang mampu memecah kebuntuan dengan tusukan berbahaya.
Pertarungan lini tengah akan menjadi kunci. Portugal mengandalkan duet Vitinha dan Joao Neves untuk mengatur irama permainan.
Jika Kroasia mampu mendominasi sektor ini, peluang Portugal untuk menang bisa gagal.
Roberto Martinez perlu meramu strategi alternatif, termasuk memanfaatkan bola mati. Dua skema apik menghasilkan gol Nuno Mendes saat melawan Uzbekistan.
>>> Unai Simon di Ambang Rekor Piala Dunia, Tiki-Taka Spanyol Jadi Kunci Tak Kebobolan
Namun, Portugal tidak bisa hanya mengandalkan bola mati karena permainan terbuka akan dominan sepanjang laga.
Update Terbaru
Sosok di Balik Mafia Pentol Diduga Terseret Dugaan Penipuan Supplier MBG, Korban Klaim Rugi Rp400 Juta
Kamis / 02-07-2026, 18:06 WIB
Paket Upgrade Red Bull Beri Peningkatan Performa Signifikan di GP Austria
Kamis / 02-07-2026, 18:06 WIB
Montgomery County Umumkan Perubahan Jadwal Libur Hari Kemerdekaan
Kamis / 02-07-2026, 18:05 WIB
Gadi Eisenkot: Kandidat PM Israel yang Jadi Ancaman Terbesar Netanyahu
Kamis / 02-07-2026, 18:05 WIB
Wamen Investasi Ajak Pengusaha Australia Perluas Investasi di Sektor Strategis
Kamis / 02-07-2026, 18:01 WIB
Penjualan Caroline.id Naik 51%, ASLC Percepat Ekspansi dan Branding
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
7 Fakta Wang Zhi One Piece, Bajak Laut Paling Misterius
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
11 Tahanan Polres Kolaka Utara Kabur Usai Jebol Ventilasi Udara
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Pertamina Urus Izin Kapal Pride untuk Lewati Selat Hormuz
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Jadwal Siaran Langsung Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Komisi II DPR Kritik Benny Demokrat soal Isu Pembatasan Usung Capres
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
TOP 35 Program Acara dengan Rating Terbaik Hari ini 3 Juli 2026 ada Arisan yang Salip Lautan Cinta
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Seminggu Tak Membuka Samsung Galaxy Z Flip 7, Saya Justru Menyukainya
Kamis / 02-07-2026, 17:56 WIB






